PADANG, 31 Januari 2026 – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, meninjau langsung progres penanganan normalisasi Sungai Kuranji di Kota Padang, Sumatera Barat, pada Jumat (30/1). Kunjungan kerja ini dilakukan dalam rangka memastikan percepatan penanganan darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana di wilayah Sumatera Barat berjalan sesuai rencana.
Dalam tinjauan
tersebut, Menteri Dody didampingi oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre
Rosiade, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, dan Wali Kota Padang Fadly Amran.
Menteri Dody menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk segera memulihkan
wilayah terdampak dengan kualitas pembangunan yang lebih baik.
“Arahan
Pak Presiden jelas, daerah yang terdampak bencana harus secepat-cepatnya
dibangun kembali, dan masyarakat yang terdampak harus dilibatkan dalam proses
pembangunan,” kata Menteri Dody.
Melalui
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PU sedang melakukan penanganan
pada Sungai Kuranji untuk menjamin fungsi pengairan irigasi. Meskipun
kewenangan irigasi berada di daerah, Menteri Dody menyatakan bahwa pemerintah
pusat turun tangan karena hal ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
“Sungai
Kuranji ini kita tangani karena memiliki fungsi utama untuk pengairan irigasi.
Memang kemudian saya mendapat informasi bahwa masyarakat juga menggunakan
airnya untuk mandi dan air minum. Namun sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo,
manakala menyangkut kehidupan dasar masyarakat, maka semua bisa ditangani oleh
pusat kalau diperlukan,” ujar Menteri Dody.
Menyoroti
penggunaan air irigasi untuk kebutuhan sehari-hari warga, Menteri Dody mengakui
bahwa kapasitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah tersebut masih
belum memadai (under capacity). Sebagai solusi jangka panjang, Menteri
PU meminta dukungan lintas pihak untuk membahas skema pemenuhan air bersih yang
lebih layak.
“Saya
minta tolong pihak-pihak terkait dapat duduk bersama untuk membahas skema
pembagiannya. Supaya nanti kami bisa menarik pipa dari SPAM untuk melayani
masyarakat yang ada di Kuranji dan sekitarnya. Itu rencana ke depan dalam tahap
rehabilitasi dan rekonstruksi,” jelas Menteri Dody.
Penanganan
Sungai Kuranji difokuskan pada dua ruas utama, yaitu Ruas Batu Busuk dan Ruas
Gunung Nago. Pada Ruas Batu Busuk, Kementerian PU tengah melakukan perbaikan
alur sungai sepanjang 2.439 meter dan perkuatan tebing sepanjang 1.916 meter.
Sementara pada Ruas Gunung Nago, dilakukan perbaikan alur sungai
sepanjang 2.320 meter dan perkuatan tebing sepanjang 1.916 meter.
Selain
normalisasi, pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi juga akan dibangun checkdam di Hulu Jembatan Batu Busuk. Bangunan
ini berfungsi untuk mengendalikan dasar sungai, menahan sedimen (debris),
serta melindungi konstruksi jembatan jalan lintas Sumatera.
Terkait
penyediaan air bersih darurat, Kementerian PU saat ini tengah memverifikasi
titik-titik yang memenuhi kriteria untuk pembangunan sumur bor. “Untuk
sementara kita juga masih menggunakan mobil tangki air sambil mendukung
PDAM,” ungkap Menteri Dody.
Sementara itu,
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menegaskan dukungan penuh DPR RI
terhadap langkah rekonstruksi dan rehabilitasi yang dilakukan Kementerian PU
dalam menangani daerah terdampak bencana di Sumatera Barat. Ia mengungkapkan
bahwa pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran untuk pemulihan Sumatera
Barat.
“Total
anggaran infrastruktur untuk rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumatera Barat
mencapai Rp18,9 triliun. Seluruhnya telah disiapkan oleh Pemerintah Presiden
Prabowo untuk membangun kembali Sumatera Barat, mulai dari jalan, jembatan,
irigasi, normalisasi sungai, SPAM, hingga gedung-gedung sekolah, perkantoran,
masjid, dan musala. Semua akan dibangun kembali melalui Kementerian PU,”
ujar Wakil Ketua Komisi VI, Andre Rosiade.
Sebelum
meninjau Sungai Kuranji, Menteri Dody juga mengunjungi PDAM Gunung Pangilun di
Kota Padang. Kunjungan ini dilakukan untuk membahas rencana relokasi dan
rekonstruksi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun yang tidak dapat
berfungsi optimal akibat penurunan kualitas air baku di intake Sungai Batang Kuranji.
Program kerja
ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam
menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.
#SigapMembangunNegeriUntukRakyat
#SetahunBerdampak
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES