Headline
Meriahkan BRILiaN Ramadan Market, BRI Finance Dorong Aktivitas Ekonomi di Ekosistem BRI
Gelar Program BRIF Sehati, BRI Finance Salurkan Bantuan Ramadan di Palu
Emas Stabil di Level Tinggi, Dupoin Futures Prediksi Potensi Kenaikan ke 5231
【Keajaiban Sisa Salju × Bunga Sakura】Bagaikan dunia lain dengan ketinggian 1.900 meter di atas per- mukaan laut. Nikmati akses istimewa wisata “Dinding Salju” dan “Permainan Salju Musim Semi” di Desa Otari, Prefektur Nagano. Operasi khusus musim semi awal berlangsung hingga 6 Mei, serta Taman Alam Tsugaike dibuka mulai 6 Juni.
[ มหัศจรรย์หิมะและซากุระ ] สัมผัสโลกอีกใบที่ระดับความสูง 1,900 เมตร ณ หมู่บ้านโอตาริ จังหวัดนากาโนะ ดื่มด่ำกับความยิ่งใหญ่ของ “กำแพงหิมะ” และสนุกกับ “กิจกรรมหิมะในฤดูใบไม้ผลิ” แบบเป็นส่วนตัว เปิดให้บริการตั้งแต่ช่วงต้นฤดูใบไม้ผลิจนถึงวันที่ 6 พฤษภาคมนี้ และเตรียมพบกับอุทยานธรรมชาติสึกาอิเกะที่จะเปิดให้เข้าชมตั้งแต่วันที่ 6 มิถุนายนเป็นต้นไป
Lintasarta Salurkan Program Sosial Ramadan bagi Lebih dari 1.500 Penerima Manfaat di Berbagai Kota
Lucky Avianto Jabat Pangkogabwilhan III, Jenderal Cerdas yang Jadi Momok KKB Papua
KAI Services Hadirkan Berbagai Program Layanan Untuk Penumpang Selama Masa Angleb 2026
[Miracle of Snow & Cherry Blossoms] A World Apart at 1,900m: Exclusive Experience of “Snow Walls” and “Spring Snow Play” in Otari Village, Nagano. Special Early Spring Operations through May 6; Tsugaike Nature Park Opens June 6.

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Ekonomi Desa, PTPN I Sukses Gelar Pelatihan UMKM di Minahasa

Minahasa – Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Marinsow, Kabupaten Minahasa, mengikuti rangkaian Pelatihan Penguatan Kapasitas UMKM yang diselenggarakan oleh PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero). Kegiatan ini berlangsung selama tujuh hari, dari tanggal 30 Juni hingga 6 Juli 2024, dan menjadi wadah pengembangan kompetensi serta pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Pelatihan dibuka secara resmi dengan sambutan dari Kepala Desa Marinsow dan Camat Likupang Timur, dan menghadirkan narasumber ahli dari berbagai bidang. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan wawasan dan keterampilan praktis dalam mengembangkan usaha, memperkuat kelembagaan desa, dan memanfaatkan teknologi digital secara optimal.

Hari pertama diawali dengan sesi inspiratif bersama Dr. Aries Muftie, SE., SH., MH., yang mengulas tentang Perjalanan Pembangunan Pedesaan dan praktik baik dari Gerakan Saemaul Undong Korea Selatan. Para peserta diajak berpikir kreatif melalui pendekatan Creative Technopreneur dan Appreciative Inquiry, menggali potensi usaha berbasis kekayaan lokal. “Kami baru menyadari betapa besar peluang bisnis di Sulawesi Utara jika dikelola dengan baik,” ungkap salah satu peserta usai sesi.

Selain keterampilan teknis, pelatihan ini juga menekankan pentingnya kesehatan mental pelaku usaha. Melalui sesi Mental Health & Positive Mindset yang dipandu oleh Donny S. Danaatamadja, peserta diajak berdiskusi tentang cara mengelola stres dan membangun pola pikir positif dalam berwirausaha.

Materi selanjutnya mencakup filosofi Monozukuri dan Hitozukuri, penyusunan Business Model Canvas (9M), serta pemahaman peran strategis Koperasi dan BUMDes yang disampaikan oleh Hery Wahyudianto. Diskusi tentang Peta Jalan Industri Perdesaan (5 Pilar) yang dipaparkan oleh Eric Firmansyah juga memicu antusiasme tinggi peserta terhadap strategi pengembangan ekonomi lokal.

Kegiatan juga mencakup pelatihan Teamwork & Communication, simulasi peran berbasis kondisi lapangan, serta pemahaman konsep Komite Pembangunan Desa (KPD) dan perencanaan berbasis BIG Dream-Small Step-High Impact. “Kami belajar bahwa perubahan besar harus dimulai dari langkah kecil yang terukur,” ujar salah satu peserta yang aktif berdiskusi.

Pelatihan turut memperluas wawasan peserta terkait potensi digitalisasi dan pariwisata desa. Materi tentang Digitalisasi Perdesaan oleh Dani Ramdani, serta Prospek Pariwisata Maritim dan Agro Digital oleh Alfons, disambut antusias oleh peserta. Implementasi konsep Industri DeDi-DeWi-Ammara yang dibawakan oleh Ali Mastari juga membuka ruang eksplorasi untuk pengembangan desa berbasis ekonomi hijau dan biru.

Sesi terakhir ditutup dengan Presentasi Kelompok, di mana para peserta menunjukkan pemahaman mendalam dalam merancang rencana bisnis berbasis potensi lokal. Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi Growth Mindset dan Communication Skill yang difasilitasi oleh ACT Consulting.

Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, namun juga membangkitkan semangat kolaborasi dan inovasi bagi pelaku UMKM Marinsow. Dengan bekal keterampilan dan jejaring yang lebih kuat, diharapkan para pelaku usaha lokal mampu tumbuh lebih kompetitif secara offline maupun digital, serta menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi desa.

Back To Top