{"id":45447,"date":"2026-05-25T17:00:20","date_gmt":"2026-05-25T08:00:20","guid":{"rendered":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=45447"},"modified":"2026-05-25T17:00:20","modified_gmt":"2026-05-25T08:00:20","slug":"fakultas-vokasi-ub-perkuat-kompetensi-keamanan-siber-melalui-kolaborasi-dengan-positive-technologies-dan-kampus-rusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=45447","title":{"rendered":"Fakultas Vokasi UB Perkuat Kompetensi Keamanan Siber melalui Kolaborasi dengan Positive Technologies dan Kampus Rusia"},"content":{"rendered":"<p>Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya terus memperkuat kompetensi akademik dan praktis di bidang keamanan siber melalui kerja sama internasional dengan Positive Technologies, perusahaan teknologi asal Rusia, serta dua perguruan tinggi ternama, yaitu RUDN University dan Moscow Institute of Physics and Technology (MIPT).<\/p>\n<p>Kolaborasi ini menjadi bagian dari langkah<br \/>\nstrategis UB dalam menjawab kebutuhan talenta keamanan siber yang semakin<br \/>\nmeningkat, baik di dunia industri maupun dalam pengembangan keilmuan di tingkat<br \/>\nglobal.<\/p>\n<p>Setelah Universitas Brawijaya secara<br \/>\nkelembagaan memperkuat hubungan kerja sama dengan Positive Technologies dalam<br \/>\npengembangan pendidikan dan talenta cybersecurity, Fakultas Vokasi UB turut<br \/>\nmengambil peran strategis melalui penguatan program pembelajaran yang lebih<br \/>\naplikatif dan dekat dengan kebutuhan industri. Jika kerja sama di tingkat<br \/>\nuniversitas membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, seperti pertukaran<br \/>\nakademik, riset bersama, dan penjajakan program double degree, maka Fakultas<br \/>\nVokasi UB menjadi salah satu unit akademik yang berpotensi mendorong<br \/>\nimplementasi langsung melalui pengembangan kurikulum, keterlibatan praktisi<br \/>\nindustri, serta program pembelajaran keamanan siber berbasis praktik.<\/p>\n<p>Delegasi Universitas Brawijaya yang hadir<br \/>\ndalam kunjungan ke Rusia terdiri dari Dekan Fakultas Vokasi UB Mukhammad Kholid<br \/>\nMawardi, Ph.D., Wakil Rektor V UB Prof. Dr. Unti Ludigdo, serta Dekan Fakultas<br \/>\nHukum UB Dr. Aan Eko Widiarto. Dalam agenda tersebut, delegasi UB bertemu<br \/>\ndengan Alexander Udalov, Director of International Channels and Education<br \/>\nPrograms Positive Technologies.<\/p>\n<p>Dekan Fakultas Vokasi UB, Mukhammad Kholid<br \/>\nMawardi, Ph.D., menyampaikan bahwa Fakultas Vokasi UB juga berencana mengundang<br \/>\nprofesor dari Rusia untuk terlibat dalam proses pembelajaran sekaligus<br \/>\nmendampingi pengembangan kurikulum keamanan siber di lingkungan vokasi.<\/p>\n<p><i>\u201cKeamanan siber merupakan bidang ilmu<br \/>\nmasa depan yang tidak hanya dibutuhkan oleh dunia industri, tetapi juga menjadi<br \/>\nkajian yang terus berkembang secara global,\u201d<\/i> ujar Kholid.<\/p>\n<p>Selain bertemu dengan Positive Technologies,<br \/>\ndelegasi UB juga melakukan kunjungan ke RUDN University. Dalam pertemuan<br \/>\ntersebut, UB berdiskusi dengan jajaran pimpinan kampus, termasuk wakil rektor<br \/>\nbidang akademik, dekan fakultas artificial intelligence, serta ketua departemen<br \/>\ninformation security. Salah satu fokus pembahasan adalah pengembangan program 3<br \/>\nin 1 di bidang keamanan siber.<\/p>\n<p>Program 3 in 1 merupakan skema pembelajaran<br \/>\nkolaboratif yang dikembangkan Universitas Brawijaya dengan melibatkan dosen<br \/>\ninternal, akademisi dari luar negeri, serta praktisi industri dalam satu<br \/>\nrangkaian pembelajaran.<\/p>\n<p><i>\u201cMelalui program 3 in 1, mahasiswa<br \/>\nakan memperoleh perspektif akademik sekaligus pengalaman praktis langsung dari<br \/>\nindustri internasional,\u201d<\/i><br \/>\ntambah Kholid.<\/p>\n<p>Kunjungan juga dilanjutkan ke Moscow Institute<br \/>\nof Physics and Technology (MIPT), di mana delegasi UB diterima oleh Rektor MIPT<br \/>\nDmitry Livanov, yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan<br \/>\nTeknologi Rusia periode 2012\u20132016. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak<br \/>\nmembahas peluang kerja sama yang lebih luas, mulai dari pertukaran dosen,<br \/>\npeneliti, hingga mahasiswa.<\/p>\n<p>Selain itu, MIPT juga menawarkan sejumlah<br \/>\nskema beasiswa bagi mahasiswa Indonesia pada jenjang sarjana maupun magister<br \/>\nuntuk melanjutkan studi di Rusia.<\/p>\n<p>Dalam rangkaian agenda di Rusia, delegasi<br \/>\nUniversitas Brawijaya turut menghadiri Kazan Forum dan bertemu dengan Deputy<br \/>\nHead of Rossotrudnichestvo Kementerian Luar Negeri Rusia, Shevtson Pavel. Pavel<br \/>\nmengapresiasi langkah UB yang aktif membangun kolaborasi internasional,<br \/>\nkhususnya dalam bidang pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia.<\/p>\n<p>Ia menilai bahwa Rusia dan Indonesia merupakan<br \/>\nmitra strategis di kawasan Asia. Karena itu, momentum kerja sama ini perlu<br \/>\nditindaklanjuti melalui program konkret yang dapat memberikan manfaat bagi<br \/>\nkedua negara, khususnya dalam penguatan pendidikan tinggi dan pengembangan<br \/>\ntalenta keamanan siber.<\/p>\n<p>Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah<br \/>\npenting bagi Universitas Brawijaya dalam memperkuat posisi sebagai institusi<br \/>\npendidikan tinggi yang adaptif terhadap kebutuhan industri masa depan,<br \/>\nsekaligus membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti untuk<br \/>\nterlibat dalam kolaborasi internasional di bidang keamanan siber.<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/6b9b2442-84f2-468a-bafd-88603fb540b1\/68400b82-298c-4192-a666-6c7a036c334e\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya terus memperkuat kompetensi akademik dan praktis di bidang keamanan siber melalui kerja sama internasional dengan Positive Technologies, perusahaan teknologi asal Rusia, serta dua perguruan tinggi ternama, yaitu RUDN University dan Moscow Institute of Physics and Technology (MIPT). Kolaborasi ini menjadi bagian dari langkah strategis UB dalam menjawab kebutuhan talenta keamanan siber [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45448,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-45447","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/45447","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=45447"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/45447\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/45448"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=45447"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=45447"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=45447"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}