{"id":43878,"date":"2026-04-22T20:00:02","date_gmt":"2026-04-22T11:00:02","guid":{"rendered":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=43878"},"modified":"2026-04-22T20:00:02","modified_gmt":"2026-04-22T11:00:02","slug":"pelindo-terminal-petikemas-tunjukkan-kinerja-positif-di-tengah-gejolak-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=43878","title":{"rendered":"Pelindo Terminal Petikemas Tunjukkan Kinerja Positif di Tengah Gejolak Global"},"content":{"rendered":"<p>Di tengah situasi logistik global yang penuh tantangan, kinerja sejumlah Terminal Peti Kemas (TPK) domestik justru menunjukkan tren positif pada triwulan I 2026.<\/p>\n<p>MERAUKE \u2014 Industri logistik global menghadapi tekanan akibat<br \/>\nkenaikan biaya energi, gangguan rantai pasok, serta ketegangan geopolitik. Di<br \/>\ntengah situasi tersebut, kinerja sejumlah Terminal Peti Kemas (TPK) domestik<br \/>\njustru menunjukkan tren positif pada triwulan I 2026.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Data yang dihimpun dari <a href=\"https:\/\/www.pelindotpk.co.id\/\">PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP)<br \/>\n<\/a>terdapat 10 terminal yang mampu melampaui target hingga Maret 2026. Terminal<br \/>\npeti kemas (TPK) tersebut yaitu TPK Nilam yang mencapai target 118,24%, TPK<br \/>\nSemarang 117,26%, TPK Sorong 109,02%, TPK Kendari 107,03%, TPK Teluk Lamong<br \/>\n105,1%, TPK Merauke 103,86%, TPK Surabaya 102,09%, TPK Jayapura 101,36%, TPK<br \/>\nMakassar 100,75%, dan IPC Terminal Petikemas 100,6%.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Capaian ini mencerminkan tingginya aktivitas bongkar muat<br \/>\nserta meningkatnya arus distribusi barang di masing-masing daerah, termasuk<br \/>\nwilayah timur Indonesia.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Di PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) Merauke salah<br \/>\nsatunya, arus peti kemas meningkat sekitar 10 persen. Kepala Cabang PT Salam<br \/>\nPacific Indonesia Lines (SPIL) Merauke, Puji Harmoko, mengatakan peningkatan<br \/>\ntersebut seiring penetapan Merauke sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u201cPeningkatan ini seiring penetapan Merauke sebagai Proyek<br \/>\nStrategis Nasional (PSN). Banyak material pembangunan dan alat berat masuk dari<br \/>\nPulau Jawa,\u201d jelas Puji Harmoko saat dihubungi, Senin (20\/4\/2026).<\/p>\n<p>Selain itu, komoditas yang masuk ke TPK Merauke juga<br \/>\nmengalami perubahan. \u201cKomoditas seperti buah, bawang, hingga hasil perkebunan<br \/>\nmulai berdatangan dalam jumlah lebih besar, membuka potensi ekonomi baru bagi<br \/>\nwilayah paling timur Indonesia tersebut,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Namun pertumbuhan logistik saja saat ini belum cukup. Tanpa<br \/>\ndukungan infrastruktur, efisiensi operasional, dan kebijakan yang tepat, beban<br \/>\nlogistik berpotensi terus menekan pelaku usaha dan masyarakat.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Sementara, di TPK Sorong arus peti kemas (throughput)<br \/>\ntercatat mencapai 16.131 TEUs, atau tumbuh 10 persen dibandingkan target<br \/>\nperusahaan hingga Maret 2026 sebesar 14.616 TEUs.<\/p>\n<p>Peningkatan ini antara lain dipicu oleh momentum angkutan<br \/>\nbarang selama periode Hari Raya Idulfitri pada Februari hingga Maret, serta<br \/>\ntambahan arus peti kemas dari perubahan pola distribusi (transhipment) kapal PT<br \/>\nSPIL yang kini melalui Pelabuhan Sorong.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Terminal Head TPK Sorong, Welta Selfie, menyebut pertumbuhan<br \/>\ntersebut tidak terlepas dari proses transformasi terminal. \u201cPelabuhan Sorong<br \/>\nyang sebelumnya beroperasi secara konvensional kini telah berkembang menjadi<br \/>\nterminal petikemas yang lebih modern dan terstandarisasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Sementara itu, Senior Vice President International<br \/>\nFederation of Freight Forwarders Associations (FIATA), Yukki Nugrahawan Hanafi,<br \/>\nmenilai tekanan global menjadi momentum untuk mempercepat transformasi logistik<br \/>\nnasional. Menurutnya, integrasi transportasi multimoda dan pemanfaatan<br \/>\nteknologi seperti kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci meningkatkan efisiensi<br \/>\ndan ketahanan rantai pasok.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u201cPendekatan transportasi multimoda bukan lagi pilihan dalam<br \/>\npenguatan sistem logistik nasional, melainkan kebutuhan agar menjadi lebih<br \/>\nkompetitif dan resilien. Namun, integrasi fisik pada pembangunan infrastruktur<br \/>\nsaja tidak cukup, dimana hal ini harus didukung oleh pemanfaatan teknologi,<br \/>\nkhususnya AI,\u201d jelas Yukki dalam keterangan tertulis, Selasa (21\/4\/2026).<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Penguatan integrasi digital melalui platform seperti<br \/>\nNational Logistics Ecosystem (NLE) menjadi langkah strategis dalam menciptakan<br \/>\nvisibilitas hulu ke hilir pada rantai pasok nasional.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u201cDengan menggabungkan kekuatan multimoda, integrasi supply<br \/>\nchain, dan pemanfaatan AI, Indonesia memiliki peluang besar untuk mempercepat<br \/>\ntransformasi logistik nasional. Ini bukan hanya tentang menurunkan biaya,<br \/>\ntetapi juga meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi Indonesia dalam<br \/>\nrantai pasok global,\u201d ujar Yukki.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><b>Penopang Ekonomi<\/b><\/p>\n<p>Pakar ekonomi <a href=\"https:\/\/unair.ac.id\/\">Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya<\/a>,<br \/>\nProfesor Rossanto Dwi Handoyo, menyebutkan sektor logistik, khususnya pelabuhan<br \/>\npeti kemas, tetap menjadi penopang utama ekonomi nasional. Hal ini tidak lepas<br \/>\ndari karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan yang sangat bergantung<br \/>\npada transportasi laut.<\/p>\n<p>\u201cSebagian besar distribusi barang, baik domestik maupun<br \/>\ninternasional, melalui jalur laut. Pelabuhan menjadi simpul utama yang<br \/>\nmenggerakkan ekonomi,\u201d ujarnya, Selasa (21\/4\/2026).\u00a0 Peran ini menjadi semakin krusial karena<br \/>\nkapasitas angkutan udara yang terbatas dan biaya yang jauh lebih tinggi,<br \/>\nsehingga tidak bisa diandalkan untuk distribusi dalam skala besar.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Rossanto melihat adanya pertumbuhan arus peti kemas di<br \/>\nsejumlah terminal sebagai sinyal positif bagi aktivitas ekonomi nasional,<br \/>\ntermasuk di kawasan Indonesia Timur. Peningkatan throughput mencerminkan adanya<br \/>\npergerakan barang yang lebih aktif, baik untuk konsumsi maupun produksi.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Rossanto menekankan pentingnya percepatan digitalisasi di<br \/>\nsektor pelabuhan dan logistik. Pemanfaatan teknologi dinilai mampu meningkatkan<br \/>\nefisiensi, mempercepat layanan, serta menekan biaya operasional. \u201cDigitalisasi<br \/>\nakan memangkas waktu tunggu, mempercepat proses bongkar muat, dan meningkatkan<br \/>\ntransparansi. Ini sangat penting untuk daya saing. Selain itu, integrasi sistem<br \/>\nlogistik juga dinilai penting agar arus barang dapat dipantau secara real time<br \/>\ndan lebih terkoordinasi,\u201d ulasnya.(*)<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/963770a9-0bd8-410c-ac03-2dcf3aaa83d6\/6a586d5f-694a-4643-b3ee-f5aa1f1405d5\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di tengah situasi logistik global yang penuh tantangan, kinerja sejumlah Terminal Peti Kemas (TPK) domestik justru menunjukkan tren positif pada triwulan I 2026. MERAUKE \u2014 Industri logistik global menghadapi tekanan akibat kenaikan biaya energi, gangguan rantai pasok, serta ketegangan geopolitik. Di tengah situasi tersebut, kinerja sejumlah Terminal Peti Kemas (TPK) domestik justru menunjukkan tren positif [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":43879,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-43878","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/43878","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=43878"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/43878\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/43879"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=43878"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=43878"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=43878"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}