{"id":42389,"date":"2026-03-19T00:00:14","date_gmt":"2026-03-18T15:00:14","guid":{"rendered":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=42389"},"modified":"2026-03-19T00:00:14","modified_gmt":"2026-03-18T15:00:14","slug":"kebijakan-baja-nasional-berbasis-data-dan-struktur-persaingan-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=42389","title":{"rendered":"Kebijakan Baja Nasional Berbasis Data dan Struktur Persaingan Global"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta, 18 Maret 2026 &#8211; PT Krakatau Steel (Persero) Tbk\/Krakatau Steel Group (KRAS) menilai bahwa pembacaan ulang terhadap narasi daya saing baja global menjadi krusial dalam menjaga keberlanjutan industri baja nasional.\n<\/p>\n<p>Di tengah tekanan<br \/>\nbaja impor berharga rendah, pendekatan kebijakan yang berbasis data objektif<br \/>\ndinilai lebih relevan dibanding sekadar asumsi bahwa harga murah identik dengan<br \/>\nefisiensi tinggi.<\/p>\n<p><b>Arah Kebijakan Baja Nasional<br \/>\n2026<\/b><\/p>\n<p>Direktur<br \/>\nUtama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, menegaskan pentingnya memastikan<br \/>\npersaingan industri berlangsung secara adil.<\/p>\n<p>\u201cTantangan<br \/>\nindustri baja nasional bukan sekadar mengejar harga terendah, melainkan<br \/>\nmemastikan level playing field yang sehat agar industri domestik dapat tumbuh<br \/>\nberkelanjutan dan memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional,\u201d<br \/>\nujar Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron &amp;<br \/>\nSteel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik &amp;<br \/>\nForwarder Indonesia (ALFI\/ILFA).<\/p>\n<p>Perlu<br \/>\ndiketahui, Penguatan industri baja nasional sejalan dengan agenda hilirisasi<br \/>\ndan kemandirian ekonomi dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo<br \/>\nSubianto. Dengan kebijakan berbasis pembacaan biaya yang objektif dan<br \/>\nterverifikasi, Indonesia dapat menjaga ketahanan industri strategis sekaligus<br \/>\nmemperkuat daya saing jangka panjang.<\/p>\n<p><b>Dominasi Ekspor dan Ketimpangan<br \/>\nPasar Global<\/b><\/p>\n<p>Pengamat<br \/>\nIndustri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, Steel &amp; Mining<br \/>\nInsights menyoroti perlunya menggugat mitos daya saing baja Tiongkok.<\/p>\n<p>Data<br \/>\nWorld Steel Association menunjukkan ekspor baja Tiongkok melonjak dari 53,7<br \/>\njuta ton pada 2020 menjadi 117,1 juta ton pada 2024. Sementara itu, menurut<br \/>\nGeneral Administration of Customs of China, ekspor Januari\u2013November 2025 telah<br \/>\nmencapai 107,7 juta ton dan diperkirakan kembali menyentuh kisaran 117\u2013118 juta<br \/>\nton hingga akhir tahun.<\/p>\n<p>Di<br \/>\nsisi lain, impor baja Tiongkok terus menurun. Struktur ini memperlihatkan<br \/>\nketimpangan pasar global yang semakin terpusat pada satu eksportir dominan.<\/p>\n<p><b>Fakta Biaya Produksi Tidak<br \/>\nMendukung Mitos Efisiensi Terendah<\/b><\/p>\n<p>Sejumlah<br \/>\npublikasi internasional menunjukkan bahwa Tiongkok bukan produsen baja berbiaya<br \/>\nterendah.<\/p>\n<p>Laporan<br \/>\nSelvaraju (2025) dari Grantham Research Institute on Climate Change and the<br \/>\nEnvironment di London School of Economics memperkirakan biaya produksi rute<br \/>\nBF\u2013BOF Tiongkok sekitar US$545 per ton, berada di kelompok menengah. Biaya<br \/>\nIndonesia diperkirakan sekitar US$475 per ton, lebih rendah dari Tiongkok dan<br \/>\nkompetitif di antara produsen global.<\/p>\n<p>Temuan<br \/>\nserupa juga ditunjukkan oleh TransitionZero dan European Commission Joint<br \/>\nResearch Centre yang menyimpulkan bahwa harga ekspor rendah tidak otomatis<br \/>\nmencerminkan struktur biaya paling efisien.<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/c93ecef3-0555-442b-b447-2e6235634056\/f0c60782-608b-481b-89af-d86d483becda\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, 18 Maret 2026 &#8211; PT Krakatau Steel (Persero) Tbk\/Krakatau Steel Group (KRAS) menilai bahwa pembacaan ulang terhadap narasi daya saing baja global menjadi krusial dalam menjaga keberlanjutan industri baja nasional. Di tengah tekanan baja impor berharga rendah, pendekatan kebijakan yang berbasis data objektif dinilai lebih relevan dibanding sekadar asumsi bahwa harga murah identik dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":42390,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-42389","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42389","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=42389"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42389\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/42390"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=42389"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=42389"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=42389"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}