{"id":38643,"date":"2026-01-06T03:02:16","date_gmt":"2026-01-05T18:02:16","guid":{"rendered":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=38643"},"modified":"2026-01-06T03:02:16","modified_gmt":"2026-01-05T18:02:16","slug":"tembus-183-ribu-penumpang-kai-divre-i-sumut-tutup-masa-angkutan-nataru-2025-2026-dengan-tren-positif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=38643","title":{"rendered":"Tembus 183 Ribu Penumpang, KAI Divre I Sumut Tutup Masa Angkutan Nataru 2025\/2026 dengan Tren Positif"},"content":{"rendered":"<p>PT Kereta Api Indonesia<br \/>\n(Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara resmi mengakhiri masa Angkutan Natal<br \/>\ndan Tahun Baru (Nataru) 2025\/2026 dengan pencapaian yang melampaui ekspektasi.<br \/>\nTercatat sebanyak 183.916 pelanggan telah memanfaatkan layanan kereta api<br \/>\nselama 18 hari masa angkutan yang dimulai sejak 18 Desember 2025 hingga 4<br \/>\nJanuari 2026. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 11% dibandingkan periode<br \/>\nyang sama pada tahun sebelumnya yang melayani 165.083 pelanggan.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Plt. Manager Humas KAI Divre<br \/>\nI Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyampaikan bahwa performa gemilang ini<br \/>\nmenjadi catatan penting mengingat kondisi cuaca yang menantang di wilayah<br \/>\nSumatera Utara belakangan ini.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Meskipun selama<br \/>\nangkutan Nataru 2025\/2026 di Sumatera Utara masih dalam kondisi tanggap darurat<br \/>\nbencana, namun tidak menyurutkan minat masyarakat untuk bepergian, baik untuk<br \/>\nmengunjungi sanak keluarga saat perayaan Natal maupun berlibur pada perayaan<br \/>\ntahun baru,&#8221; jelas Anwar.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Tingginya antusiasme<br \/>\nmasyarakat terlihat dari rata-rata volume penumpang yang mencapai 10 ribu orang<br \/>\nper hari. Puncak kepadatan terjadi pada hari terakhir libur tahun baru, Minggu<br \/>\n(4\/1), di mana KAI Divre I Sumut melayani 12.302 pelanggan dalam satu hari.<br \/>\nJumlah tersebut meningkat 10% dibanding puncak kepadatan tahun lalu yang<br \/>\nmencatat 11.171 pelanggan. Konsistensi peningkatan ini merupakan bukti nyata<br \/>\nbahwa kepercayaan publik terhadap transportasi kereta api sebagai moda utama<br \/>\nterus menguat.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Dua armada menjadi favorit<br \/>\nutama masyarakat dalam bermobilitas selama libur panjang ini. KA Putri Deli<br \/>\ntercatat melayani 79.572 pelanggan, melonjak 20% dibandingkan periode tahun<br \/>\nlalu. Sementara itu, KA Siantar Ekspres mencatatkan pertumbuhan paling signifikan<br \/>\nsebesar 30% dengan total mengangkut 37.635 pelanggan.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Keberhasilan masa angkutan<br \/>\nNataru kali ini juga didukung oleh aspek operasional yang sangat prima, di mana<br \/>\ntingkat ketepatan waktu (on time performance) keberangkatan dan kedatangan<br \/>\nberhasil mencapai angka sempurna, yakni 100%. Anwar menegaskan bahwa kelancaran<br \/>\noperasional tanpa gangguan berarti ini tidak terlepas dari dukungan solid<br \/>\nberbagai pihak, mulai dari unsur TNI, Polri, hingga pemerintah kewilayahan.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;KAI mengucapkan terima kasih kepada semua<br \/>\npihak, terutama para pelanggan yang sudah mempercayakan perjalanannya selama<br \/>\nNataru dengan kereta api. Kepercayaan ini akan terus kami jaga dengan<br \/>\nmemberikan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu,&#8221; tutup<br \/>\nAnwar.<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/www.vritimes.com\/id\/articles\/4fe45a0c-b873-4fa1-b71b-9a14c68f1000\/b229f731-a29c-4921-a0ba-c878787f8885\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara resmi mengakhiri masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025\/2026 dengan pencapaian yang melampaui ekspektasi. Tercatat sebanyak 183.916 pelanggan telah memanfaatkan layanan kereta api selama 18 hari masa angkutan yang dimulai sejak 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 11% [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":38644,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-38643","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38643","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=38643"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38643\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/38644"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=38643"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=38643"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=38643"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}