{"id":38550,"date":"2026-01-05T00:03:16","date_gmt":"2026-01-04T15:03:16","guid":{"rendered":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=38550"},"modified":"2026-01-05T00:03:16","modified_gmt":"2026-01-04T15:03:16","slug":"menteri-pu-pemulihan-pascabencana-aceh-bukan-sekadar-fisik-rasa-aman-dan-kenyamanan-masyarakat-beraktivitas-juga-penting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=38550","title":{"rendered":"Menteri PU: Pemulihan Pascabencana Aceh Bukan Sekadar Fisik, Rasa Aman dan Kenyamanan Masyarakat Beraktivitas Juga Penting"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA, 4 Januari 2026 \u2013 Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa upaya pemulihan pascabencana banjir bandang di Provinsi Aceh tidak boleh hanya berhenti pada perbaikan fisik infrastruktur semata. Lebih dari itu, pemulihan harus menyentuh aspek psikologis, yakni mengembalikan rasa aman dan kenyamanan masyarakat dalam menjalani aktivitas harian.<\/p>\n<p>Hal tersebut<br \/>\ndiwujudkan Kementerian PU melalui percepatan pembangunan sumur bor air bersih<br \/>\ndi lokasi-lokasi strategis yang menjadi pusat kehidupan sosial warga, seperti<br \/>\ntempat ibadah, fasilitas pendidikan, pasar, kantor pemerintahan, hingga Hunian<br \/>\nSementara (Huntara).<\/p>\n<p>\u201cMasjid,<br \/>\nsekolah, dan pesantren adalah ruang hidup masyarakat. Ketika air bersih<br \/>\ntersedia di sana, warga bisa kembali beribadah dengan tenang, anak-anak bisa<br \/>\nbelajar dengan layak, dan risiko penyakit dapat dicegah,\u201d ujar Menteri Dody<br \/>\nHanggodo.<\/p>\n<p>Menteri Dody<br \/>\nmenambahkan bahwa pemulihan fasilitas ini krusial untuk memastikan kehidupan<br \/>\nsosial dan ekonomi warga dapat segera bangkit kembali setelah masa tanggap<br \/>\ndarurat.<\/p>\n<p>Sejak 28<br \/>\nDesember 2025, Kementerian PU telah memulai pekerjaan pengeboran sumur bor air<br \/>\ntanah di sejumlah lokasi ibadah dan fasilitas umum. Saat ini, satu titik telah<br \/>\nfungsional, yakni di Masjid Simpang Lhee, di Kecamatan Manyak Payed, yang<br \/>\nsegera dilengkapi dengan fasilitas pendukung berupa rumah pompa dan MCK.<\/p>\n<p>Pembangunan ini<br \/>\ndilaksanakan secara terintegrasi oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya dan<br \/>\nDirektorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU. Lokasi-lokasi ini dipilih<br \/>\nagar air bersih dapat dimanfaatkan bersama oleh masyarakat sekitar (komunal),<br \/>\nbaik pada masa darurat maupun pemulihan jangka panjang.<\/p>\n<p>Berikut adalah<br \/>\nbeberapa titik yang telah memasuki tahap pengeboran:<\/p>\n<p>1. Di Kabupaten Aceh Tamiang:<\/p>\n<p>\u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\nFasilitas Kesehatan:\u00a0Puskesmas Karang Baru, Tamiang Hulu, Sekerak, Bandar Pusaka, Kuala<br \/>\nSimpang, Rantau, Bendahara, dan Polindes Manyak Payed.<\/p>\n<p>\u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\nFasilitas Umum &amp; Ibadah:\u00a0Pasar Manyak Payed, Masjid Babul Falah (Karang Baru), Masjid Al<br \/>\nIkhlas (Banda Mulia), Kantor Kecamatan Kuala Simpang, Huntara DPRK Aceh<br \/>\nTamiang, Ponpes Darul Muchlisin (Karang Baru), TK Nurul Ikhlas Telaga Muku II<br \/>\n(Banda Mulia), dan Meunasah Meurandeh (Manyak Payed).<\/p>\n<p>2. Di Kabupaten Pidie Jaya:\u00a0Kompleks Dishub Pidie Jaya, Kompleks Perpustakaan dan Arsip,<br \/>\nMeunasah Gampong Beurawang, Meunasah Balek, dan Meunasah Gampong Dayah Kruet.<\/p>\n<p>3. Di Kabupaten Bener Meriah:\u00a0Huntara Blang Rakal dan Huntara Tunyang.<\/p>\n<p>Dalam melakukan<br \/>\npengeboran sumur, Kementerian PU menerapkan pendekatan berbasis data<br \/>\nhidrogeologi dan mitigasi risiko bencana. Kedalaman pengeboran bervariasi<br \/>\nantara 60 hingga 82 meter, disesuaikan dengan hasil survei geolistrik untuk<br \/>\nmemastikan kualitas dan keberlanjutan sumber air. Upaya ini dilakukan untuk<br \/>\nmemastikan ketersediaan air bersih yang aman, berkelanjutan, dan tetap<br \/>\nberfungsi pada kondisi darurat akibat bencana hidrometeorologi ekstrem.<\/p>\n<p>Secara<br \/>\nkeseluruhan, khusus untuk Kabupaten Aceh Tamiang, Kementerian PU merencanakan<br \/>\npembangunan 47 titik sumur bor air baku yang tersebar di 30 lokasi pada 12<br \/>\nkecamatan. Rinciannya terdiri atas 14 titik sumur bor dangkal dan 33 titik<br \/>\nsumur bor dalam. Setiap titik dirancang sebagai cadangan air bersih jangka<br \/>\nmenengah.<\/p>\n<p>Langkah ini<br \/>\nberjalan seiring dengan penyediaan sarana pendukung darurat lain, seperti IPA<br \/>\nMobile, mobil tangki air, hidran umum, toilet darurat, dan toren air, yang<br \/>\ntelah beroperasi di Aceh Tamiang dan wilayah terdampak lainnya.<\/p>\n<p>Program kerja ini<br \/>\nmerupakan bagian dari \u201cSetahun Bekerja, Bergerak &#8211; Berdampak\u201d dalam menjalankan<br \/>\nASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n<p>#SigapMembangunNegeriUntukRakyat\n<\/p>\n<p>#SetahunBerdampak<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/www.vritimes.com\/id\/articles\/144019dc-808a-4678-8331-72317289263d\/d2bc0584-a2af-4bbd-a218-05e299b2c83a\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, 4 Januari 2026 \u2013 Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa upaya pemulihan pascabencana banjir bandang di Provinsi Aceh tidak boleh hanya berhenti pada perbaikan fisik infrastruktur semata. Lebih dari itu, pemulihan harus menyentuh aspek psikologis, yakni mengembalikan rasa aman dan kenyamanan masyarakat dalam menjalani aktivitas harian. Hal tersebut diwujudkan Kementerian PU melalui [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-38550","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38550","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=38550"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38550\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=38550"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=38550"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=38550"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}