{"id":38548,"date":"2026-01-05T00:03:00","date_gmt":"2026-01-04T15:03:00","guid":{"rendered":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=38548"},"modified":"2026-01-05T00:03:00","modified_gmt":"2026-01-04T15:03:00","slug":"pascabanjir-dan-longsor-november-2025-kementerian-pu-terus-pacu-pemulihan-infrastruktur-sda-dan-air-bersih-di-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=38548","title":{"rendered":"Pascabanjir dan Longsor November 2025, Kementerian PU Terus Pacu Pemulihan Infrastruktur SDA dan Air Bersih di Aceh"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA, 4 Januari 2026 \u2013 Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengintensifkan upaya penanganan darurat bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap dampak cuaca ekstrem Siklon Tropis Senyar yang memicu hujan intensitas tinggi pada akhir November 2025, dan menyebabkan banjir, banjir bandang, serta tanah longsor yang merusak permukiman dan infrastruktur Sumber Daya Air (SDA).<\/p>\n<p>Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pihaknya bergerak<br \/>\ncepat untuk memulihkan fungsi infrastruktur SDA guna menekan risiko banjir<br \/>\nsusulan.<\/p>\n<p>&#8220;Penanganan darurat kami fokuskan pada pembersihan sedimen,<br \/>\nnormalisasi sungai, serta perbaikan alur sungai di titik-titik kritis agar<br \/>\naliran air kembali lancar dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman,&#8221;<br \/>\nujar Menteri Dody.<\/p>\n<p>Selain pengendalian daya rusak air, Menteri Dody menyoroti<br \/>\npentingnya pemulihan layanan air bersih sebagai kebutuhan paling mendasar bagi<br \/>\nmasyarakat terdampak.<\/p>\n<p>&#8220;Air bersih adalah kebutuhan utama masyarakat. Kementerian PU<br \/>\nberkomitmen memastikan layanan air bersih tetap tersedia agar aktivitas<br \/>\nmasyarakat dapat kembali berjalan normal, sekaligus mendukung upaya pemulihan<br \/>\nkesehatan dan lingkungan,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Berdasarkan data per 2 Januari 2026, Kementerian PU telah<br \/>\nmemobilisasi total\u00a033 unit alat<br \/>\nberat\u00a0ke berbagai lokasi terdampak, antara lain Kabupaten Pidie,<br \/>\nPidie Jaya, Aceh Barat, Aceh Utara, Aceh Tenggara, Bireuen, dan Aceh Tamiang.<\/p>\n<p>Berikut adalah rincian progres penanganan<br \/>\nfisik di lapangan:<\/p>\n<p><b>Kabupaten Pidie:<\/b>\u00a0Penanganan difokuskan pada Bendung Tiro<br \/>\n     melalui pembersihan sampah dan sedimen dengan target sepanjang 1.600<br \/>\n     meter, serta normalisasi Sungai Krueng Tiro di Blang Rikul. Kementerian PU<br \/>\n     juga telah menyalurkan 100 buah\u00a0<i>geobag<\/i>\u00a0untuk penanganan<br \/>\n     darurat banjir di wilayah ini.<\/p>\n<p><b>Kabupaten Pidie Jaya:<\/b>\u00a0Dilakukan pembersihan kayu dan pelebaran alur<br \/>\n     Sungai Krueng Meureudu yang progresnya telah mencapai 900 meter dari<br \/>\n     rencana 1.500 meter. Selain itu, normalisasi juga<br \/>\n     dilakukan di Krueng Jeulanga sepanjang 100 meter.<\/p>\n<p><b>Kabupaten<br \/>\n     Aceh Tenggara:<\/b>\u00a0Perbaikan alur Sungai<br \/>\n     Lawe Alas di beberapa desa telah mencapai progres penanganan sepanjang<br \/>\n     1.100 meter. Pekerjaan serupa juga dilakukan pada alur Sungai Lawe Bulan<br \/>\n     di Desa Simpang IV. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi risiko luapan<br \/>\n     sungai yang berulang.<\/p>\n<p><b>Kabupaten<br \/>\n     Bireuen &amp; Aceh Utara:<\/b>\u00a0Di Bireuen, penanganan<br \/>\n     mencakup perbaikan alur Sungai Krueng Peusangan serta pembersihan akses<br \/>\n     dan fasilitas di kawasan Krueng Samalanga. Sementara di Aceh Utara,<br \/>\n     pekerjaan difokuskan pada pembersihan sampah dan sedimentasi di Bendung<br \/>\n     Jambo Aye untuk memulihkan fungsi bendung.<\/p>\n<p><b>Kabupaten<br \/>\n     Aceh Tamiang:<\/b>\u00a0Sebagai dukungan terhadap<br \/>\n     ketersediaan air bersih, Kementerian PU melaksanakan pembangunan sumur bor<br \/>\n     darurat bagi warga terdampak.<\/p>\n<p>Kementerian PU akan terus berkoordinasi secara intensif dengan<br \/>\npemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk<br \/>\nmemastikan penanganan darurat berjalan optimal. Langkah ini juga dibarengi<br \/>\ndengan penyiapan mitigasi jangka menengah dan panjang guna memperkuat ketahanan<br \/>\nwilayah Aceh terhadap potensi bencana hidrometeorologi di masa mendatang.<\/p>\n<p>Program kerja ini<br \/>\nmerupakan bagian dari \u201cSetahun Bekerja, Bergerak &#8211; Berdampak\u201d dalam menjalankan<br \/>\nASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n<p>#SigapMembangunNegeriUntukRakyat<\/p>\n<p>\n#SetahunBerdampak<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/www.vritimes.com\/id\/articles\/144019dc-808a-4678-8331-72317289263d\/d3f70b2a-62cb-4a18-9510-b3a7d6d911f1\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, 4 Januari 2026 \u2013 Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengintensifkan upaya penanganan darurat bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap dampak cuaca ekstrem Siklon Tropis Senyar yang memicu hujan intensitas tinggi pada akhir November 2025, dan menyebabkan banjir, banjir bandang, serta tanah longsor yang merusak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":38549,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-38548","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38548","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=38548"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38548\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/38549"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=38548"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=38548"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=38548"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}