{"id":38314,"date":"2026-01-03T01:02:44","date_gmt":"2026-01-02T16:02:44","guid":{"rendered":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=38314"},"modified":"2026-01-03T01:02:44","modified_gmt":"2026-01-02T16:02:44","slug":"krakatau-steel-perlindungan-baja-nasional-adalah-praktik-global-dan-fondasi-kedaulatan-industri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=38314","title":{"rendered":"Krakatau Steel: Perlindungan Baja Nasional adalah Praktik Global dan Fondasi Kedaulatan Industri"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta , 2 Januari 2026 &#8211; PT Krakatau Steel (Persero) Tbk \/ Krakatau Steel Group (IDX: KRAS) menyambut pernyataan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengenai pentingnya keberanian Indonesia melindungi industri dalam negeri sebagai sinyal kebijakan yang konstruktif dan strategis. Pernyataan tersebut diungkapkan saat membuka Business Matching Produk Dalam Negeri di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (15\/12).<\/p>\n<p>Di tengah dinamika<br \/>\nperdagangan global yang semakin kompleks dan tidak sepenuhnya simetris, sikap<br \/>\ntersebut mencerminkan kesadaran negara dalam menjaga keberlanjutan industri<br \/>\nnasional yang bersifat fundamental, termasuk industri baja. Sebagai industri<br \/>\nhulu yang menopang berbagai sektor strategis, baja memiliki peran sentral dalam<br \/>\npembangunan nasional.<\/p>\n<p><b>Proteksi Baja <\/b><b>Sebagai<\/b><b> Arus Utama Global<\/b>\u00a0<\/p>\n<p>Pengamat<br \/>\nIndustri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, menegaskan bahwa<br \/>\nperlindungan industri baja bukanlah praktik eksklusif atau menyimpang,<br \/>\nmelainkan bagian dari arus utama kebijakan perdagangan internasional.<\/p>\n<p>\u201cPengalaman<br \/>\nKorea Selatan menunjukkan bahwa bahkan kampiun baja dunia sekalipun tetap<br \/>\nmembutuhkan instrumen perlindungan perdagangan. Proteksi baja bukan tanda<br \/>\nkelemahan industri, tetapi bagian dari tata kelola untuk menjaga keberlanjutan<br \/>\ndi tengah distorsi pasar global,\u201d ujar Widodo.<\/p>\n<p>Ia<br \/>\nmenjelaskan bahwa Korea Selatan secara konsisten menggunakan instrumen <i>trade<br \/>\nremedies<\/i>, termasuk bea <i>anti dumping<\/i>, untuk menjaga pasar domestik<br \/>\ndari tekanan impor yang merugikan produsen nasional. Pendekatan serupa juga<br \/>\ndilakukan oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, hingga negara-negara ASEAN seperti<br \/>\nThailand dan Malaysia.<\/p>\n<p><b>Mewujudkan Persaingan yang Adil<\/b><\/p>\n<p>Bagi<br \/>\nKrakatau Steel Group, sinyal kebijakan tersebut memiliki arti penting dalam<br \/>\nmenciptakan level playing field yang adil bagi industri baja nasional. Direktur<br \/>\nUtama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan, menegaskan bahwa industri<br \/>\nbaja nasional membutuhkan proteksi dalam negeri agar transformasi yang tengah<br \/>\ndilakukan dapat berjalan optimal.<\/p>\n<p>\u201cIndustri<br \/>\nbaja adalah fondasi industrialisasi. Tanpa kebijakan yang adil dan berimbang,<br \/>\nindustri strategis nasional akan terus tertekan oleh praktik perdagangan global<br \/>\nyang tidak simetris,\u201d jelas<br \/>\nAkbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesian Iron &amp; Steel<br \/>\nIndustry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik &amp; Forwarder Indonesia (ALFI\/ILFA).<\/p>\n<p>Ia<br \/>\nmenambahkan bahwa Krakatau Steel terus melakukan pembenahan internal melalui<br \/>\npeningkatan efisiensi, kualitas produk, serta penguatan struktur bisnis, namun<br \/>\nupaya tersebut perlu ditopang oleh kebijakan industri yang berpihak pada<br \/>\nkepentingan nasional.<\/p>\n<p>\u201cProteksi<br \/>\nyang terukur memastikan industri baja nasional tumbuh sehat, berkelanjutan, dan<br \/>\nmampu menopang pembangunan jangka panjang,\u201d tambahnya.<b>\u00a0<\/b><\/p>\n<p>Seperti diketahui, industri baja merupakan tulang<br \/>\npunggung pembangunan infrastruktur, energi, transportasi, manufaktur, hingga<br \/>\npertahanan. Dengan demikian, menjaga keberlanjutan industri baja nasional<br \/>\nberarti memastikan Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk mewujudkan kedaulatan<br \/>\nekonomi dan ketahanan nasional dalam jangka panjang. Dalam hal ini Danantara<br \/>\nmenjadi faktor yang kuat mendukung Krakatau Steel Group. Dan program ini<br \/>\nmenjadi bagian penting bagi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk kemakmuran<br \/>\nbangsa.<\/p>\n<p class=\"wpematico_credit\"><small>Powered by <a href=\"http:\/\/www.wpematico.com\" target=\"_blank\">WPeMatico<\/a><\/small><\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/www.vritimes.com\/id\/articles\/c93ecef3-0555-442b-b447-2e6235634056\/0fc8ba56-73b9-4f0e-b9c0-6c5e72b52afd\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta , 2 Januari 2026 &#8211; PT Krakatau Steel (Persero) Tbk \/ Krakatau Steel Group (IDX: KRAS) menyambut pernyataan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengenai pentingnya keberanian Indonesia melindungi industri dalam negeri sebagai sinyal kebijakan yang konstruktif dan strategis. Pernyataan tersebut diungkapkan saat membuka Business Matching Produk Dalam Negeri di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":38315,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-38314","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38314","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=38314"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38314\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/38315"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=38314"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=38314"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=38314"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}