{"id":35811,"date":"2025-11-25T12:28:23","date_gmt":"2025-11-25T03:28:23","guid":{"rendered":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=35811"},"modified":"2025-11-25T12:42:54","modified_gmt":"2025-11-25T03:42:54","slug":"13-tahun-rumah-energi-merayakan-indonesia-yang-lebih-berdaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=35811","title":{"rendered":"13 Tahun Rumah Energi: Merayakan Indonesia Yang Lebih Berdaya"},"content":{"rendered":"<p>Dalam sebuah perayaan yang penuh makna, Yayasan Rumah Energi (Rumah Energi) menandai perjalanan 13 tahunnya sebagai katalisator perubahan, bekerja keras mewujudkan &#8220;Indonesia Berdaya Lenting dalam Energi dan Pangan.&#8221; Selama lebih dari satu dekade, Rumah Energi telah membuktikan bahwa solusi berkelanjutan dapat diterapkan dan dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat luas. Hingga saat ini, jejak langkah Rumah Energi telah menjangkau total 142.560 orang di seluruh penjuru negeri. Capaian ini menjadi bukti komitmen yayasan untuk mendorong transisi menuju energi bersih, meningkatkan ketahanan pangan, dan membangun ekonomi akar rumput yang tangguh.<\/p>\n<p><b>Jakarta,<br \/>\n19 November 2025<\/b> \u2013<br \/>\nDalam sebuah perayaan yang penuh makna, Yayasan Rumah Energi (Rumah Energi)<br \/>\nmenandai perjalanan 13 tahunnya sebagai katalisator perubahan, bekerja keras<br \/>\nmewujudkan &#8220;Indonesia Berdaya Lenting dalam Energi dan Pangan.&#8221;<br \/>\nSelama lebih dari satu dekade, Rumah Energi telah membuktikan bahwa solusi<br \/>\nberkelanjutan dapat diterapkan dan dirasakan manfaatnya langsung oleh<br \/>\nmasyarakat luas. Hingga saat ini, jejak langkah Rumah Energi telah menjangkau<br \/>\ntotal <b>142.560 orang<\/b> di seluruh penjuru negeri. Capaian ini menjadi bukti<br \/>\nkomitmen yayasan untuk mendorong transisi menuju energi bersih, meningkatkan<br \/>\nketahanan pangan, dan membangun ekonomi akar rumput yang tangguh.<\/p>\n<p><b>Energi<br \/>\nBersih, Masyarakat Tangguh<\/b><\/p>\n<p>Pada<br \/>\npilar energi, Rumah Energi telah menjadi penggerak utama dalam pemanfaatan<br \/>\nenergi terbarukan. Bayangkan, di <b>21 Provinsi<\/b> cakupan, kini telah berdiri<br \/>\nkokoh <b>29.915 Instalasi Biogas<\/b> per Oktober 2025. Jumlah ini memberikan<br \/>\nmanfaat memasak dan energi bersih bagi <b>119.660 rumah tangga<\/b>, sekaligus<br \/>\nmenciptakan lingkungan yang lebih bersih.<\/p>\n<p>Dampak lingkungan yang ditimbulkan<br \/>\nsangat masif. Seluruh instalasi biogas yang ada telah berhasil mengurangi emisi<br \/>\nkarbon sebesar <b>584.834 ton karbon dioksida ekuivalen (tCO2e)<\/b>. Angka ini<br \/>\nsetara dengan upaya menanam lebih dari <b>26,5 juta pohon<\/b> di hutan yang<br \/>\nluasnya hampir menyamai Ibu Kota Nusantara (IKN). Limbah organik yang<br \/>\nsebelumnya mencemari lingkungan kini diubah menjadi sumber energi dan pupuk,<br \/>\ndengan total <b>245 juta kilogram limbah per tahun<\/b> berhasil dikelola.<br \/>\nBiogas yang dihasilkan bahkan memiliki potensi kalor sebesar <b>345 juta kWh<br \/>\nper tahun<\/b>, cukup untuk kebutuhan memasak di sekitar <b>1.700 dapur umum<br \/>\nskala kecil selama setahun penuh.<\/b> Secara ekonomi, rumah tangga pengguna<br \/>\nbiogas kini bisa menghemat pengeluaran LPG bulanan mereka antara <b>Rp 60.000<br \/>\nhingga Rp 75.000.<\/b><\/p>\n<p>Kesuksesan ini turut didukung oleh<br \/>\nkehadiran <b>162 Mitra Konstruksi Lokal<\/b> yang terlatih, menegaskan peran<br \/>\nRumah Energi dalam penciptaan lapangan kerja hijau (<i>green jobs<\/i>). Selain<br \/>\nbiogas, Rumah Energi juga memasang <b>72 Instalasi Solar PV<\/b>, turut andil<br \/>\ndalam menerangi komunitas yang membutuhkan.<\/p>\n<p><b>Dari Limbah<br \/>\nMenjadi Berkah Pangan<\/b><\/p>\n<p>Pencapaian energi terbarukan ini<br \/>\nberkaitan erat dengan upaya peningkatan ketahanan pangan. Ampas dari proses<br \/>\nbiogas, yang disebut <i>bioslurry<\/i>, merupakan pupuk organik berkualitas<br \/>\ntinggi. Melalui pelatihan yang diikuti oleh lebih dari <b>5.114 peserta<\/b>,<br \/>\npetani diajarkan cara memanfaatkan <i>bioslurry<\/i> ini, yang terbukti mampu<br \/>\nmengurangi ketergantungan pada pupuk kimia hingga menghemat pengeluaran bulanan<br \/>\nsebesar <b>Rp 100.000 hingga Rp 250.000.<\/b><\/p>\n<p>Inovasi lain seperti <b>Solar Dryer<\/b><br \/>\n(pengering bertenaga surya) yang diperkenalkan Rumah Energi di <b>100 lokasi<\/b><br \/>\njuga terbukti meningkatkan produktivitas hasil pertanian hingga <b>200%<\/b> dan<br \/>\nbahkan melipatgandakan pendapatan petani hingga <b>empat kali lipat.<\/b> Upaya<br \/>\nini dilengkapi dengan teknologi konservasi air, seperti <b>26 instalasi Rain<br \/>\nWater Harvesting (RWH)<\/b>, yang membantu <b>1.001 masyarakat<\/b> mengakses air<br \/>\nbersih, bahkan mengelola ribuan kilogram limbah eceng gondok setiap tahunnya.<\/p>\n<p><b>Membangun<br \/>\nKemandirian Ekonomi Komunitas<\/b><\/p>\n<p>Dampak dari program ini menjalar<br \/>\nhingga ke sektor ekonomi. Rumah Energi telah menjadi inkubator bagi <b>323<br \/>\nBisnis<\/b> di tingkat komunitas. Dengan pelatihan bisnis yang menyasar <b>168<br \/>\nperempuan<\/b> dan pendampingan pada <b>24 Koperasi Hijau<\/b> (GENCAR), Rumah<br \/>\nEnergi memberdayakan masyarakat untuk menciptakan nilai tambah dari produk<br \/>\nhijau. Bagi rumah tangga petani yang tidak hanya menggunakan, tetapi juga<br \/>\nmenjual <i>bioslurry<\/i> yang kaya nutrisi, program ini telah membuka keran <b>pendapatan<br \/>\ntambahan<\/b> antara <b>Rp 200.000 hingga Rp 500.000 per bulan.<\/b><\/p>\n<p>\u201cPerjalanan 13 tahun ini adalah<br \/>\nbukti nyata komitmen kami untuk mewujudkan visi Masyarakat Berdaya Lenting<br \/>\ndalam Energi dan Pangan,\u201d ujar Sumanda Tondang selaku Direktur Eksekutif Rumah<br \/>\nEnergi. \u201cSetiap instalasi biogas, setiap kilogram emisi yang direduksi, dan<br \/>\nsetiap rupiah penghematan yang dirasakan masyarakat adalah langkah kolektif<br \/>\nkita menuju Indonesia yang lebih hijau, mandiri, dan berdaya,\u201d Rumah Energi<br \/>\nmenegaskan kembali komitmennya untuk terus menjadi mitra masyarakat dan<br \/>\npemerintah dalam mewujudkan cita-cita pembangunan berkelanjutan di Indonesia.<\/p>\n<p>Dampak program Rumah<br \/>\nEnergi juga dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat akar rumput. Salah<br \/>\nsatunya adalah Sukamto, warga Desa Umbulharjo, Kabupaten Sleman \u2013 DIY, yang<br \/>\nlebih dari 10 tahun memanfaatkan instalasi biogas rumah. <\/p>\n<p>\u201cSejak memakai biogas,<br \/>\nsaya sudah tidak beli elpiji lagi. Kandang menjadi lebih bersih karena kotoran<br \/>\nsapi dimanfaatkan sebagai bahan baku biogas. Bio-slurry yang dihasilkan juga<br \/>\nsangat menguntungkan. Saya menggunakannya untuk tanaman salak, membuat buahnya<br \/>\nlebih enak rasanya dan tidak mudah busuk. Yang paling menggembirakan, limbah<br \/>\nternak yang sebelumnya melepaskan gas metana kini tertangkap dan diolah, jadi<br \/>\nkita turut mengurangi emisi gas rumah kaca dari peternakan,\u201d ungkapnya. <\/p>\n<p>Cerita Sukamto<br \/>\nmencerminkan bagaimana biogas tidak hanya menghadirkan energi bersih, tetapi<br \/>\njuga meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas petani.<\/p>\n<p>Pandangan serupa datang<br \/>\ndari pemangku kepentingan di tingkat nasional yang melihat kontribusi Rumah<br \/>\nEnergi sebagai bagian penting dari agenda pembangunan berkelanjutan Indonesia. <\/p>\n<p>\u201cRumah Energi 13 tahun<br \/>\nbersama masyarakat melakukan pendampingan untuk kesediaan energi bersih melalui<br \/>\nbiogas. Kerja\u2013kerja yang dilakukan sudah memberikan dampak bagi banyak orang,<br \/>\nkhususnya petani, peternak, koperasi, dan rumah tangga pedesaan. Kiranya Rumah<br \/>\nEnergi terus berkembang dan lebih luas lagi yang dilakukan, menjadi mitra<br \/>\npemerintah dalam pembangunan dan menginisiasi inovasi yang berdampak pada<br \/>\nlingkungan,\u201d ujar Ahmad Zabadi, Sekretaris Kementerian Koperasi RI.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam sebuah perayaan yang penuh makna, Yayasan Rumah Energi (Rumah Energi) menandai perjalanan 13 tahunnya sebagai katalisator perubahan, bekerja keras mewujudkan &#8220;Indonesia Berdaya Lenting dalam Energi dan Pangan.&#8221; Selama lebih dari satu dekade, Rumah Energi telah membuktikan bahwa solusi berkelanjutan dapat diterapkan dan dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat luas. Hingga saat ini, jejak langkah Rumah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":35813,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-35811","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35811","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=35811"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35811\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35812,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35811\/revisions\/35812"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/35813"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=35811"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=35811"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=35811"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}