{"id":35451,"date":"2025-11-20T20:56:26","date_gmt":"2025-11-20T11:56:26","guid":{"rendered":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=35451"},"modified":"2025-11-20T21:42:53","modified_gmt":"2025-11-20T12:42:53","slug":"status-gunung-semeru-level-iv-kementerian-pu-pastikan-kesiapan-penanganan-darurat-infrastruktur-jalan-dan-jembatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=35451","title":{"rendered":"Status Gunung Semeru Level IV, Kementerian PU Pastikan Kesiapan Penanganan Darurat Infrastruktur Jalan dan Jembatan"},"content":{"rendered":"<p>Jawa Timur, 20 November 2025 &#8211; Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meningkatkan kesiapsiagaan dan pemantauan secara intensif terhadap infrastruktur yang berpotensi terdampak erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur. Langkah responsif ini diambil menyusul laporan resmi Badan Geologi yang menaikkan status aktivitas vulkanik Gunung Semeru dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas) pada Rabu (19\/11\/2025).<\/p>\n<p>Sebelumnya, tercatat pada pukul 14.13 WIB, Gunung Semeru<br \/>\nmengalami erupsi berupa Awan Panas yang berlangsung secara beruntun dengan<br \/>\namplitudo maksimum mencapai 37 mm. Lantaran kondisi visual di lapangan tertutup<br \/>\nkabut, jarak luncur awan panas belum dapat terpantau secara pasti. Badan<br \/>\nGeologi juga telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat tidak beraktivitas di<br \/>\nsektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 20 kilometer dari<br \/>\npuncak gunung.<\/p>\n<p>Merespons situasi kebencanaan tersebut, Pemerintah<br \/>\nKabupaten Lumajang telah menetapkan Status Tanggap Darurat selama 7 (tujuh)<br \/>\nhari, terhitung mulai tanggal 19 November 2025 sampai dengan 25 November 2025.<\/p>\n<p>Sebagai wujud dukungan dan kesiapsiagaan, Kementerian PU<br \/>\nmelalui unit pelaksana teknis (UPT) di Jawa Timur, yakni Balai Besar<br \/>\nPelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur\u2013Bali dan Balai Besar Wilayah<br \/>\nSungai (BBWS) Brantas, terus melakukan koordinasi intensif. Sinergi dilakukan<br \/>\nbersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur serta instansi<br \/>\nterkait lainnya guna memantau kondisi infrastruktur, khususnya 20 jembatan pada<br \/>\njaringan jalan nasional yang berada di zona potensi paparan awan panas maupun<br \/>\naliran material vulkanik.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/prd\/f23b4ef9-2f8e-4ecc-92ba-4eb39157207e\/public\" alt=\"Image\" \/><\/p>\n<p>Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan<br \/>\nkomitmen kementerian untuk terus memantau situasi demi keselamatan publik.<\/p>\n<p>\u201cKami menghimbau masyarakat untuk tetap mengikuti arahan<br \/>\nBadan Geologi dan BPBD setempat. Kementerian<br \/>\nPU terus memonitor kondisi infrastruktur di kawasan Semeru,&#8221; ujar Menteri<br \/>\nDody.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala BBPJN Jatim-Bali, Javid Hurriyanto,<br \/>\nmenjelaskan bahwa hingga saat ini penanganan teknis secara menyeluruh belum<br \/>\ndapat dilakukan. Hal ini dikarenakan aktivitas vulkanik yang masih berlangsung<br \/>\ndan situasi lapangan yang belum sepenuhnya aman bagi keselamatan petugas.<br \/>\nKendati demikian, seluruh perangkat teknis BBPJN Jatim-Bali telah disiagakan<br \/>\nuntuk segera melakukan pemeriksaan, pembersihan, hingga penanganan darurat<br \/>\napabila kondisi memungkinkan.<\/p>\n<p>&#8220;Seluruh tim kami dalam posisi siaga untuk<br \/>\nmemastikan jembatan dan aksesibilitas tetap aman. Jembatan Besuk Kobokan sudah<br \/>\ndapat diakses, baru selesai proses pembersihan jembatan dari abu<br \/>\nvulkanik,&#8221; terang Javid.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/prd\/0d14e888-ffc9-4932-801d-96439d185615\/public\" alt=\"Image\" \/><\/p>\n<p>Berdasarkan data pemantauan di lapangan, terdapat 20<br \/>\njembatan jaringan jalan nasional yang menjadi fokus pengawasan dalam radius<br \/>\nkawasan terdampak. Struktur jembatan tersebut<br \/>\nmemiliki panjang yang bervariasi, antara lain:<\/p>\n<p>Jembatan<br \/>\n     Kali Manjing (73 meter)Jembatan<br \/>\n     Kali Genting (16,9 meter)Jembatan<br \/>\n     Lebakroto (14 meter)Jembatan<br \/>\n     Sumber Bulus A (38,5 meter)Jembatan<br \/>\n     Sumber Bulus B (35,6 meter)Jembatan Kali Glidik I (7 meter)Jembatan Kali Glidik II (38 meter)Jembatan<br \/>\n     Sumber Rowo III (25 meter)Jembatan<br \/>\n     Kali Bening (31 meter)Jembatan<br \/>\n     Kali Lengkong (80,4 meter)<\/p>\n<p>Selain<br \/>\nitu, pemantauan ketat juga dilakukan pada Jembatan Kali Telu (7,5 meter), Supit<br \/>\nUrang II (6,5 meter), Besuk Kobokan (129 meter), Krumbang (8,1 meter), Kali<br \/>\nKecik (15,7 meter), Kali Pancing (100 meter), Kali Mujur (183 meter), Jagalan<br \/>\n(7,2 meter), Dam Songo (8,8 meter), serta Jembatan Krobyokan (16,5 meter).<\/p>\n<p>Program kerja ini merupakan bagian dari \u201cSetahun Bekerja,<br \/>\nBergerak &#8211; Berdampak\u201d dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo<br \/>\nSubianto.<\/p>\n<p>#SigapMembangunNegeriUntukRakyat\n<\/p>\n<p>#SetahunBerdampak<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jawa Timur, 20 November 2025 &#8211; Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meningkatkan kesiapsiagaan dan pemantauan secara intensif terhadap infrastruktur yang berpotensi terdampak erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur. Langkah responsif ini diambil menyusul laporan resmi Badan Geologi yang menaikkan status aktivitas vulkanik Gunung Semeru dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas) pada Rabu (19\/11\/2025). Sebelumnya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":35453,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-35451","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35451","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=35451"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35451\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35452,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35451\/revisions\/35452"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/35453"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=35451"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=35451"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=35451"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}