{"id":33933,"date":"2025-11-04T00:06:07","date_gmt":"2025-11-03T15:06:07","guid":{"rendered":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=33933"},"modified":"2025-11-04T00:43:15","modified_gmt":"2025-11-03T15:43:15","slug":"dukung-pembangunan-dan-ekonomi-nasional-kementerian-pu-konsisten-gulirkan-program-padat-karya-tunai-melalui-program-p3tgai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=33933","title":{"rendered":"Dukung Pembangunan dan Ekonomi Nasional, Kementerian PU Konsisten Gulirkan Program Padat Karya Tunai Melalui Program P3TGAI"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA, 3 November 2025- Kementerian Pekerjaan Umum Rakyat (PU) secara konsisten menggulirkan Program Padat Karya Tunai (PKT) di berbagai daerah. Program ini dilaksanakan untuk mendukung program pembangunan infrastruktur dan ekonomi nasional.<\/p>\n<p>Salah satu wujud implementasi program PKT tersebut adalah<br \/>\nprogram Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI). Program ini<br \/>\ndilaksanakan di berbagai daerah, dan sejalan dengan upaya mendukung program<br \/>\nswasembada pangan dan pembangunan dari desa sebagaimana tertuang dalam Asta<br \/>\nCita Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n<p>Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pelaksanaan P3TGAI<br \/>\nmerupakan bentuk komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan<br \/>\nmasyarakat desa. Komitmen ini diwujudkan melalui pemberdayaan petani dan<br \/>\npembangunan infrastruktur irigasi yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>\u201cMelalui program padat karya ini, kita tidak hanya<br \/>\nmembangun infrastruktur yang memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membuka<br \/>\nlapangan kerja, menumbuhkan ekonomi lokal, dan memperkuat kemandirian petani<br \/>\ndalam mengelola sumber daya air,\u201d kata Menteri Dody.<\/p>\n<p>Salah satu lokasi pelaksanaan P3TGAI ada di Sumatera<br \/>\nSelatan, tepatnya di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Secara keseluruhan,<br \/>\npada tahap pertama tahun 2025, program P3TGAI di Kabupaten OKI dilaksanakan<br \/>\noleh 59 Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di 4 kecamatan atau 29 desa.<br \/>\nAdapun target pembangunan program P3TGAI di OKI ini adalah pembangunan saluran<br \/>\nirigasi tersier sepanjang 6.098 meter untuk mengairi 8.254 hektare lahan<br \/>\npertanian.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/prd\/357261f3-c65c-4293-8385-a52588e0efba\/public\" alt=\"Image\" \/><\/p>\n<p>Pelaksanaan program ini melibatkan langsung masyarakat<br \/>\nsetempat, terutama petani, mulai dari tahap pengusulan, pelaksanaan, hingga<br \/>\npengelolaan. Dengan skema padat karya, program ini tidak<br \/>\nhanya bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga memberikan<br \/>\nmanfaat ekonomi langsung. Manfaat tersebut berupa peningkatan pendapatan rumah<br \/>\ntangga para petani melalui pemberian upah harian atau mingguan.<\/p>\n<p>Staf Ahli Menteri PU Bidang Sosial Budaya dan Peran<br \/>\nMasyarakat, K.M. Arsyad, yang meninjau langsung pelaksanaan P3TGAI di Desa<br \/>\nCahya Maju, Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI, menegaskan keberhasilan program<br \/>\ntersebut. Ia menyatakan bahwa pelibatan masyarakat menjadi faktor utama dalam<br \/>\nkeberhasilan program ini.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/prd\/4cbe084b-7d20-40e1-9a0a-dc43f1ec2ca1\/public\" alt=\"Image\" \/><\/p>\n<p>\u201cTujuan kami memastikan masyarakat benar-benar terlibat<br \/>\nsejak awal, bukan sekadar penerima manfaat. Dari hasil kunjungan, terbukti<br \/>\nbahwa kelompok masyarakat sudah berperan aktif melalui musyawarah desa dan<br \/>\npelaksanaan langsung di lapangan. Ini menunjukkan bahwa pembangunan di sini<br \/>\nbenar-benar dari, oleh, dan untuk masyarakat,\u201d kata Arsyad.<\/p>\n<p>Melalui pelibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan<br \/>\nkegiatan, program P3TGAI di Sumatera Selatan diharapkan tidak hanya<br \/>\nmeningkatkan fungsi irigasi, tetapi juga memperkuat gotong royong dan<br \/>\nkemandirian desa.<\/p>\n<p>Hanifah (43 tahun), petani di Desa Cahya Maju sekaligus<br \/>\nKetua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Joko Tingkir, mengungkapkan<br \/>\npembangunan saluran irigasi melalui program P3TGAI telah memberikan manfaat<br \/>\nnyata. Salah satunya adalah peningkatan indeks pertanaman (IP) yang sebelumnya<br \/>\nhanya 100, kini bisa meningkat jadi 200 bahkan 300.<\/p>\n<p>\u201cDengan adanya saluran irigasi ini, lahan sawah kelompok<br \/>\nkami seluas sekitar 35 hektare kini bisa terairi dengan baik. Dari hanya<br \/>\nbertanam sekali setahun, sekarang kami bisa menanam dua sampai tiga kali<br \/>\nsetahun. Ini jelas meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani,\u201d ujar<br \/>\nHanifah.<\/p>\n<p>Program kerja ini merupakan bagian dari \u201cSetahun Bekerja, Bergerak &#8211;<br \/>\nBerdampak\u201d dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n<p>#SigapMembangunNegeriUntukRakyat<\/p>\n<p>#SetahunBerdampak<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, 3 November 2025- Kementerian Pekerjaan Umum Rakyat (PU) secara konsisten menggulirkan Program Padat Karya Tunai (PKT) di berbagai daerah. Program ini dilaksanakan untuk mendukung program pembangunan infrastruktur dan ekonomi nasional. Salah satu wujud implementasi program PKT tersebut adalah program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI). Program ini dilaksanakan di berbagai daerah, dan sejalan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":33935,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-33933","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/33933","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=33933"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/33933\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33934,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/33933\/revisions\/33934"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/33935"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=33933"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=33933"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=33933"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}