{"id":29992,"date":"2025-09-21T11:00:25","date_gmt":"2025-09-21T02:00:25","guid":{"rendered":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=29992"},"modified":"2025-09-21T11:43:48","modified_gmt":"2025-09-21T02:43:48","slug":"dari-binus-international-ke-brisbane-perjalanan-fannisa-widya-puteri-kuliah-double-degree","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=29992","title":{"rendered":"Dari Binus International ke Brisbane: Perjalanan Fannisa Widya Puteri Kuliah Double Degree"},"content":{"rendered":"\n<p>Bayangkan harus meninggalkan kenyamanan rumah,<br \/>\njauh dari keluarga dan teman-teman, lalu memulai hidup baru di negara lain.<br \/>\nPengalaman itulah yang dirasakan oleh Fannisa Widya Puteri, mahasiswa BINUS<br \/>\nInternational yang berkesempatan menjalani kuliah <i>double degree <\/i>di Queensland University of Technology (QUT),<br \/>\nAustralia.<\/p>\n<p>Selama 18 bulan masa studi di QUT, Fannisa fokus<br \/>\nmendalami industri media dan komunikasi. Namun, bukan hanya sekadar belajar, ia<br \/>\njuga dituntut untuk beradaptasi dengan sistem akademik yang berbeda, gaya hidup<br \/>\nbaru, dan tantangan hidup mandiri di negeri orang. Bagaimana Binusian satu ini<br \/>\nmelalui kesulitan tersebut? Ikuti ceritanya berikut ini!<\/p>\n<h2><a><\/a>Dukungan<br \/>\nBINUS University International di Setiap Langkah<\/h2>\n<p>Fannisa tidak benar-benar sendiri dalam<br \/>\nmengarungi perjalanan besar ini. Sejak awal, BINUS University International<br \/>\nberkomitmen memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh <i>global experience. <\/i>Salah satu bentuk<br \/>\nnyatanya diwujudkan melalui program <i>Double<br \/>\nDegree, <\/i>yang memungkinkan mahasiswa untuk menempuh pendidikan tinggi di dua<br \/>\nuniversitas. <\/p>\n<p>Mahasiswa menjalani sebagian masa studi di BINUS<br \/>\nUniversity International, lalu melanjutkannya di universitas mitra yang<br \/>\ntersebar di berbagai penjuru dunia. Demi kelancaran kuliah <i>double degree<\/i> tersebut, BINUS University International memberikan<br \/>\ndukungan menyeluruh kepada mahasiswa yang akan berangkat; mulai dari persiapan<br \/>\nberkas dan administrasi, pelatihan pra-keberangkatan, hingga pendampingan<br \/>\npersonal. Dengan persiapan matang, setiap mahasiswa <i>double degree <\/i>bisa berkembang maksimal. <\/p>\n<h2><a><\/a>Sempat<br \/>\nKesulitan Temukan Ritme Belajar<\/h2>\n<p>Kuliah di luar negeri merupakan hal yang<br \/>\nbenar-benar baru bagi Fannisa. Ini adalah pengalaman pertamanya hidup mandiri<br \/>\ndi negara baru. Di sisi lain, ia juga harus beradaptasi dengan metode<br \/>\npembelajaran yang berbeda di Queensland University of Technology. Fannisa<br \/>\nmengaku sempat merasa kesulitan untuk menyesuaikan diri. <\/p>\n<p>\u201cAwalnya, saya merasa kesulitan menyesuaikan diri<br \/>\ndengan sistem akademis yang berbeda (di QUT) dan menemukan ritme yang pas saat<br \/>\ndiskusi di kelas,\u201d ungkap Fannisa. \u201cSalah satu perbedaan terbesar adalah<br \/>\ntuntutan membaca materi yang jauh lebih banyak, dan saya belum terbiasa dengan<br \/>\nhal tersebut.\u201d<\/p>\n<p>Karena adanya kesulitan tersebut, semester<br \/>\npertama kuliah <i>double degree <\/i>di QUT<br \/>\npun jadi terasa menantang secara akademis. Dalam situasi seperti itu, Fannisa<br \/>\ndidorong untuk keluar dari zona nyaman demi mengejar perbedaan ritme dan metode<br \/>\npembelajaran. Seiring berjalannya waktu, ia pun berhasil menyesuaikan diri dan<br \/>\nbahkan menjadi lebih percaya diri, baik secara akademis maupun kehidupan<br \/>\nsosial. <\/p>\n<h2><a><\/a>Belajar,<br \/>\nSosialisasi, dan Eksplorasi Dunia<\/h2>\n<p>Di luar akademis, Fannisa menyadari pentingnya<br \/>\nmanajemen waktu dan menjaga keseimbangan gaya hidup. Pada dasarnya, ia termasuk<br \/>\norang yang menyukai kesendirian. Jadi, ketika harus tinggal bersama orang lain<i> <\/i>di lingkungan baru, Fannisa melihatnya<br \/>\nsebagai sebuah tantangan. Namun, justru pengalaman itulah yang membuatnya<br \/>\nlambat laun berkembang.<\/p>\n<p>Bagi Fannisa, bertemu teman-teman baru bisa<br \/>\nmembuatnya cukup kewalahan, apalagi dengan orang-orang dari berbagai latar<br \/>\nbelakang budaya. Meski begitu, Fannisa tidak lantas menutup diri. Selama kuliah<br \/>\n<i>double degree<\/i>, ia mencoba untuk lebih<br \/>\nterbuka dengan aktif ikut organisasi mahasiswa, berkeliling Kota Brisbane,<br \/>\nhingga <i>traveling <\/i>saat liburan<br \/>\nsemester. <\/p>\n<p>\u201cBertemu banyak orang dari budaya berbeda<br \/>\nbenar-benar memperluas perspektifku, dan membuatku belajar jadi lebih <i>open-minded<\/i>. Apalagi, orang-orang di<br \/>\nsini ramah sekali, sehingga saya lebih mudah bersosialisasi,\u201d ujar Fannisa.<\/p>\n<h2><a><\/a>Berkembang<br \/>\nMenjadi Pribadi yang Global-minded<\/h2>\n<p>Melalui program <i>Double Degree <\/i>BINUS University International, mahasiswa dapat<br \/>\nmeraih gelar akademis ganda dari dua universitas ternama. Namun, lebih dari<br \/>\nitu, masih ada banyak manfaat lain yang bisa didapatkan oleh mahasiswa. Fannisa<br \/>\nmembuktikan sendiri manfaat tersebut ketika kuliah di Queensland University of<br \/>\nTechnology, Australia.<\/p>\n<p>Dengan lingkungan yang inklusif dan penuh<br \/>\nkeberagaman, kuliah di luar negeri membuat Fannisa belajar untuk berpikir lebih<br \/>\nluas dan siap menghadapi dunia yang semakin global. Jadi, tidak hanya<br \/>\nberkembang secara akademis, Fannisa juga sekaligus mendapat kesempatan mengasah<br \/>\n<i>soft skills <\/i>yang berharga untuk masa<br \/>\ndepan.<i> <\/i><\/p>\n<p>Kuliah <i>double<br \/>\ndegree <\/i>membuka pintu peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman<br \/>\ninternasional yang tak ternilai. Mulai dari belajar secara interaktif di kelas,<br \/>\nberadaptasi dengan sistem akademis baru, hingga menjelajahi budaya berbeda,<br \/>\nsemua hal tersebut dapat membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang lebih tangguh<br \/>\ndan berpikiran global.<\/p>\n<p>Jika kamu tertarik membangun pengalaman tersebut,<br \/>\nseperti yang kini sedang dijalani Fannisa di Australia, BINUS University<br \/>\nmerupakan pilihan tepat untuk berkuliah. Wujudkan <i>global experience <\/i>bersama program <i>Double Degree <\/i>BINUS University International, dan bekali dirimu<br \/>\nagar lebih siap bersaing di kanca internasional. Segera kunjungi <a href=\"https:\/\/binus.ac.id\/\"><i>website <\/i><\/a><a href=\"https:\/\/binus.ac.id\/\">resmi BINUS University<\/a> untuk informasi lebih lanjut!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bayangkan harus meninggalkan kenyamanan rumah, jauh dari keluarga dan teman-teman, lalu memulai hidup baru di negara lain. Pengalaman itulah yang dirasakan oleh Fannisa Widya Puteri, mahasiswa BINUS International yang berkesempatan menjalani kuliah double degree di Queensland University of Technology (QUT), Australia. Selama 18 bulan masa studi di QUT, Fannisa fokus mendalami industri media dan komunikasi. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29994,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-29992","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29992","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=29992"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29992\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29993,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29992\/revisions\/29993"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29994"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=29992"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=29992"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=29992"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}