{"id":28470,"date":"2025-09-02T23:07:38","date_gmt":"2025-09-02T14:07:38","guid":{"rendered":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=28470"},"modified":"2025-09-02T23:43:03","modified_gmt":"2025-09-02T14:43:03","slug":"tindaklanjuti-arahan-presiden-prabowo-kementerian-pekerjaan-umum-segera-perbaiki-kerusakan-fasilitas-umum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=28470","title":{"rendered":"Tindaklanjuti Arahan Presiden Prabowo, Kementerian Pekerjaan Umum Segera Perbaiki Kerusakan Fasilitas Umum"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA, 2 September 2025 &#8211; Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat untuk segera memperbaiki berbagai fasilitas umum (fasum) yang rusak akibat aksi massa di sejumlah daerah. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, memastikan proses pemulihan ini akan dikerjakan secepat mungkin sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar layanan publik tidak terganggu.<\/p>\n<p>Menurut Menteri Dody, pemerintah<br \/>\nmenargetkan seluruh perbaikan dapat tuntas maksimal dalam kurun waktu enam<br \/>\nbulan. Ia menjelaskan bahwa pendataan kerusakan telah selesai dilakukan dan<br \/>\nhasilnya telah dibahas dalam rapat terbatas bersama Presiden. Proses perbaikan<br \/>\nakan dibagi berdasarkan tiga kriteria kerusakan, mulai dari ringan, sedang,<br \/>\nhingga berat.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau ringan, kurang dari satu minggu<br \/>\nharus sudah selesai. Misalnya kaca-kaca pecah. Kalau sedang, mungkin bisa 3-4<br \/>\nbulan, dan kalau susah sampai berat, ya mungkin sekitar 6 bulanan,&#8221; kata<br \/>\nMenteri Dody saat meninjau kerusakan Gerbang Tol Pejompongan, Selasa<br \/>\n(2\/9\/2025).<\/p>\n<p>Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto,<br \/>\nprioritas utama perbaikan adalah fasilitas yang bersentuhan langsung dengan<br \/>\nkepentingan masyarakat. Fasilitas tersebut mencakup jalan tol, halte, gedung<br \/>\nperkantoran pemerintah, serta sarana pemerintahan lainnya di daerah.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/306aae26-9cd4-4747-bf0c-2ef1a059f000\/public\" alt=\"Kedua dari kiri Topi putih Bapak Dody Hanggodo Menteri Pekerjaan Umum\" \/><\/p>\n<p>Untuk memastikan semua berjalan lancar,<br \/>\npemerintah telah menyiapkan anggaran yang tidak sedikit. &#8220;Ini kondisi<br \/>\ntanggap darurat, kami anggarkan untuk perbaikan fasilitas publik di seluruh<br \/>\nIndonesia sekitar Rp900 miliar (sembilan ratus miliar Rupiah). Diutamakan<br \/>\nJakarta dulu sebagai pusat pemerintahan,&#8221; kata Menteri Dody.<\/p>\n<p>Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat<br \/>\ntotal 74 fasilitas umum yang terdampak, dengan rincian 21 fasilitas rusak<br \/>\nringan, 18 rusak sedang, dan 35 rusak berat. Langkah cepat Kementerian PU ini<br \/>\ndiharapkan mampu mengembalikan aktivitas masyarakat serta berdampak positif<br \/>\npada layanan publik dan pergerakan ekonomi.<\/p>\n<p>&#8220;Pemerintah bergerak cepat, tapi kami<br \/>\njuga butuh waktu untuk memastikan semua perbaikan dilakukan dengan kualitas<br \/>\nterbaik. Yang penting masyarakat jangan khawatir, kami akan tuntaskan,&#8221;<br \/>\npungkas Menteri Dody.<\/p>\n<p>Dengan demikian, komitmen Kementerian PU<br \/>\nuntuk segera memperbaiki fasilitas umum yang rusak menjadi wujud nyata<br \/>\nkehadiran negara dalam menjaga kenyamanan dan kelancaran layanan bagi seluruh<br \/>\nwarga.<\/p>\n<p>#SigapMembangunNegeriUntukRakyat<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, 2 September 2025 &#8211; Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat untuk segera memperbaiki berbagai fasilitas umum (fasum) yang rusak akibat aksi massa di sejumlah daerah. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, memastikan proses pemulihan ini akan dikerjakan secepat mungkin sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar layanan publik tidak terganggu. Menurut Menteri Dody, pemerintah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28472,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-28470","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28470","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=28470"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28470\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28471,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28470\/revisions\/28471"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28472"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=28470"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=28470"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=28470"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}