{"id":27280,"date":"2025-08-20T21:10:52","date_gmt":"2025-08-20T12:10:52","guid":{"rendered":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=27280"},"modified":"2025-08-20T21:43:23","modified_gmt":"2025-08-20T12:43:23","slug":"amankan-pasokan-air-pertanian-kementrian-pekerjaan-umum-kembalikan-fungsi-irigasi-cikeusik-di-cirebon-dan-kuningan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=27280","title":{"rendered":"Amankan Pasokan Air Pertanian, Kementrian Pekerjaan Umum  Kembalikan Fungsi Irigasi Cikeusik di Cirebon dan Kuningan"},"content":{"rendered":"<p>CIREBON, 20 Agustus 2025 &#8211; Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mengembalikan fungsi dan kapasitas saluran irigasi Cikeusik guna memenuhi kebutuhan pengairan bagi lahan pertanian di Kabupaten Cirebon dan Kuningan, Jawa Barat. Upaya ini menjadi krusial untuk mendukung program swasembada pangan nasional serta meningkatkan produktivitas para petani di wilayah tersebut.<\/p>\n<p>Proyek strategis yang dikerjakan<br \/>\noleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung ini bertujuan utama<br \/>\nuntuk memulihkan kembali kemampuan saluran irigasi dalam menyalurkan air secara<br \/>\noptimal. Hal ini ditegaskan oleh Menteri PU, Dody Hanggoro, saat meninjau<br \/>\nlangsung progres pekerjaan di lokasi, Rabu (20\/8\/2025).<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/20c5d8d3-2e6d-4d0e-0477-68ef0d152000\/public\" alt=\"Ketiga dari kanan- Menteri Pekerjaan Umum, Dody Honggoro\" \/><\/p>\n<p>Menurut Menteri Dody,<br \/>\nrehabilitasi jaringan irigasi ini sangat penting untuk menunjang program<br \/>\nintensifikasi pertanian melalui suplai air yang memadai. Ia pun memastikan<br \/>\nbahwa proses pengerjaan tidak akan mengorbankan jadwal tanam para petani.<\/p>\n<p>&#8220;Rehabilitasi ini penting<br \/>\nuntuk intensifikasi pertanian dengan suplai air yang memadai, dan tadi kepala<br \/>\nbalai sampaikan pekerjaan tidak mengganggu musim tanam ketiga (MT III) karena<br \/>\nair tetap mengalir,\u201d kata Menteri Dody.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/b58cbf9c-ce71-4e51-d98c-3640b72e4900\/public\" alt=\"Pengerjaan Sungai Cimanuk-Cisanggarung\" \/><\/p>\n<p>Pekerjaan yang berlokasi di Desa<br \/>\nPabuaran Kidul (Cirebon), Desa Bojongnegara (Cirebon), dan Desa Jatimulya<br \/>\n(Kuningan) ini telah dimulai sejak 25 Maret 2025 dan ditargetkan rampung pada<br \/>\n19 Desember 2025. Penanganan difokuskan pada saluran induk Maneungteung Timur<br \/>\nsepanjang 3.260 meter yang akan melayani 288 hektare sawah, serta saluran<br \/>\nManeungteung Kepala sepanjang 202 meter.<\/p>\n<p>Tidak hanya berdampak pada sektor<br \/>\npertanian, proyek ini juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat<br \/>\nsekitar. Tercatat, sebanyak 137 tenaga kerja lokal terserap dalam pekerjaan<br \/>\nini, sekaligus memberdayakan pemasok material setempat.<\/p>\n<p>Dalam kunjungan kerja yang sama,<br \/>\nMenteri Dody juga meninjau pekerjaan penguatan tebing Sungai Cisanggarung dan<br \/>\nBabakan, yang berada di perbatasan Kuningan, Cirebon (Jawa Barat) dan Brebes<br \/>\n(Jawa Tengah). Proyek yang dikerjakan sejak 2024 dan ditargetkan selesai 2026<br \/>\nini meliputi pekerjaan normalisasi, turap beton, tanggul tanah, bronjong,<br \/>\nrevetment, retaining wall, krip beton, dan kolam retensi. Proyek ini juga<br \/>\nmemiliki kaitan erat dengan pengamanan Daerah Irigasi (DI) Cikeusik. <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/70669811-d008-4076-74b5-e1e42bc25f00\/public\" alt=\"Terdepan-Menteri Pekerjaan Umum, Dody Honggoro\" \/><\/p>\n<p>Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung,<br \/>\nDwi Agus Kuncoro, menjelaskan bahwa proyek penanganan banjir Sungai<br \/>\nCisanggarung sepanjang 7 km juga dirancang untuk mengurangi risiko luapan air<br \/>\nke lahan pertanian di hilir, khususnya yang masuk dalam cakupan DI Cikeusik.<\/p>\n<p>&#8220;Harapannya pada saat banjir<br \/>\njuga tidak melimpas sampai DI Cikeusik, karena kalau melimpas risikonya bisa<br \/>\ngagal panen,&#8221; jelas Dwi Agus Kuncoro.<\/p>\n<p>Langkah pemulihan fungsi dan<br \/>\nkapasitas saluran irigasi Cikeusik yang dipadukan dengan proyek pengendalian<br \/>\nbanjir yang ditinjau Menteri PU menjadi jaminan konkret dari pemerintah untuk<br \/>\nmemastikan ketersediaan air dan keamanan lahan pertanian, demi kesejahteraan<br \/>\npetani di Kabupaten Cirebon dan Kuningan.<\/p>\n<p>#SigapMembangunNegeriUntukRakyat<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>CIREBON, 20 Agustus 2025 &#8211; Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mengembalikan fungsi dan kapasitas saluran irigasi Cikeusik guna memenuhi kebutuhan pengairan bagi lahan pertanian di Kabupaten Cirebon dan Kuningan, Jawa Barat. Upaya ini menjadi krusial untuk mendukung program swasembada pangan nasional serta meningkatkan produktivitas para petani di wilayah tersebut. Proyek strategis yang dikerjakan oleh Balai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27282,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-27280","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27280","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=27280"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27280\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27281,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27280\/revisions\/27281"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/27282"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=27280"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=27280"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=27280"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}