{"id":23526,"date":"2025-07-16T16:16:00","date_gmt":"2025-07-16T07:16:00","guid":{"rendered":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=23526"},"modified":"2025-07-16T16:43:12","modified_gmt":"2025-07-16T07:43:12","slug":"krakatau-steel-group-pastikan-keandalan-fasilitas-produksi-di-tengah-tantangan-persaingan-industri-baja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=23526","title":{"rendered":"Krakatau Steel Group Pastikan Keandalan Fasilitas Produksi di Tengah Tantangan Persaingan Industri Baja"},"content":{"rendered":"<p>PT Krakatau Jasa Industri (KJI), perusahaan yang dirancang untuk mendukung kelangsungan dan kelancaran operasional industri PT Krakatau Steel (Persero) Tbk\/KS di Cilegon. Sejak 2023 KJI telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama jangka panjang dengan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dalam hal pemeliharaan material kaowool pada fasilitas Hot Strip Mill (HSM) #1 yang berdurasi hingga lima tahun. Adapun kerjasama ini dirancang untuk memastikan keberlanjutan dan keandalan sistem termal pada proses pemotongan coil baja di HSM #1.<\/p>\n<p>Kaowool, sebagai material insulasi berbahan serat keramik tahan panas<br \/>\ntinggi, memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas suhu dan mencegah<br \/>\nkerusakan peralatan akibat paparan suhu ekstrem. Dengan perawatan dan<br \/>\npenggantian berkala, potensi downtime dapat ditekan secara signifikan, sehingga<br \/>\nmenjamin kelancaran proses produksi baja lembaran panas (<i>Hot Strip Mill<\/i>) Krakatau Steel. <\/p>\n<p>Proses produksi baja lembaran panas di Krakatau<br \/>\nSteel dimulai dengan peleburan bijih besi, kemudian dibentuk menjadi slab baja,<br \/>\ndipanaskan, dan digulung menjadi lembaran baja tipis. Setelah itu, lembaran<br \/>\nbaja diproses untuk meningkatkan kekuatan dan hasilnya adalah baja lembaran<br \/>\npanas yang kuat dan tahan lama<\/p>\n<p><b>Produktivitas Terjaga, Masyarakat Sejahtera<\/b><\/p>\n<p>Melalui kerja sama ini, KS dan KJI menargetkan peningkatan efisiensi biaya<br \/>\noperasional, menjamin reliability mesin HSM, penurunan<br \/>\nunplanned shutdown, efektivitas operasional, hingga peningkatan<br \/>\nkepuasan pelanggan internal. Efek lainnya dari<br \/>\nkerja sama ini adalah terciptanya peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Cilegon melalui penyerapan tenaga kerja lokal serta membuka peluang<br \/>\nekonomi baru bagi masyarakat sekitar.<\/p>\n<p><b>Sinergi Dua Entitas untuk Efisiensi dan<br \/>\nTransformasi<\/b><\/p>\n<p>Kerjasama antara KJI dan KS menjadi bentuk nyata sinergi antar entitas<br \/>\ndalam satu grup industri strategis. Dengan menggandeng KJI sebagai pelaksana<br \/>\nlayanan teknis, Krakatau Steel yang dipimpin Akbar Djohan sebagai Direktur<br \/>\nUtama tidak hanya mendapatkan dukungan dari mitra yang memahami kebutuhan<br \/>\nindustri baja, tetapi juga berkontribusi pada pemberdayaan anak usaha dalam<br \/>\nekosistem Krakatau Steel Group.<\/p>\n<p>\u201cSebagai perusahaan penunjang kebutuhan jasa<br \/>\nindustri, keterlibatan KJI adalah bentuk kontribusi nyata dalam proses<br \/>\ntransformasi Krakatau Steel. Ini sejalan dengan semangat <i>revolutionary<br \/>\nmovement<\/i> yang terus dikobarkan oleh manajemen grup,\u201d ungkap Plt. Direktur Utama<br \/>\nKJI, Ario Maryanto.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/9f3ca7f2-77fe-405b-d3ea-86c3f66b5d00\/public\" alt=\"Hasil\ngambar sebelum dan sesudah penggantian \/ pemeliharaan kaowool di Pabrik\nHSM #1\n\n\n\n\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PT Krakatau Jasa Industri (KJI), perusahaan yang dirancang untuk mendukung kelangsungan dan kelancaran operasional industri PT Krakatau Steel (Persero) Tbk\/KS di Cilegon. Sejak 2023 KJI telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama jangka panjang dengan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dalam hal pemeliharaan material kaowool pada fasilitas Hot Strip Mill (HSM) #1 yang berdurasi hingga lima tahun. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":23528,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-23526","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23526","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=23526"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23526\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23527,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23526\/revisions\/23527"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/23528"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=23526"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=23526"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=23526"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}