{"id":21985,"date":"2025-06-30T15:55:00","date_gmt":"2025-06-30T06:55:00","guid":{"rendered":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=21985"},"modified":"2025-06-30T16:43:30","modified_gmt":"2025-06-30T07:43:30","slug":"dukung-ekspor-pertanian-pelindo-multi-terminal-lepas-6-000-ton-jagung-sumbawa-ke-filipina","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=21985","title":{"rendered":"Dukung Ekspor Pertanian, Pelindo Multi Terminal Lepas 6.000 Ton Jagung Sumbawa ke Filipina"},"content":{"rendered":"\n<p>Bima, Juni 2025 \u2014 PT Pelindo Multi Terminal (SPMT),<br \/>\nsubholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang<br \/>\nmultipurpose terminal, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ekspor<br \/>\nkomoditas pertanian nasional dengan melepas ekspor jagung sebanyak 6.000 ton<br \/>\ndari Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, dengan tujuan Filipina, yang dilakukan<br \/>\nmelalui Pelabuhan Badas, Sumbawa, NTB. <\/p>\n<p>Pelepasan ekspor ini dihadiri oleh Menteri Pertanian<br \/>\nRepublik Indonesia, diwakili oleh Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Hasil<br \/>\nSembiring, Gubernur NTB diwakili Asisten II Setda NTB Moh Faozal, Dandrem,<br \/>\nForkopimda, serta para pelaku usaha yang tergabung dalam Perkumpulan Pedagang<br \/>\nDan Produsen Jagung Indonesia. <\/p>\n<p>Dalam sambutannya, Hasil Sembiring menyampaikan apresiasi<br \/>\ndari Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, terhadap keberhasilan Sumbawa dalam<br \/>\npeta ekspor jagung nasional. Ia menyebut NTB, khususnya Sumbawa, sebagai salah<br \/>\nsatu sumber utama jagung nasional. Dia juga berharap agar volume ekspor terus<br \/>\nditingkatkan. <\/p>\n<p>\u201cEkspor ini menjadi bukti bahwa produksi jagung nasional<br \/>\nmampu memenuhi kebutuhan pasar internasional, sekaligus memberikan dampak<br \/>\npositif bagi kesejahteraan petani di Sumbawa,\u201d ujarnya. <\/p>\n<p>Senada itu, Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot, mengungkapkan,<br \/>\nSumbawa sejak lama dikenal sebagai daerah agraris yang tangguh.<br \/>\n&#8220;Masyarakat kami hidup dari tanah, dari ladang dan sawah. Padi dan jagung<br \/>\nbukan sekadar tanaman, tetapi tulang punggung ekonomi keluarga, sekaligus<br \/>\npendorong roda perekonomian daerah. 6000 ton jagung yang dikirimi ke Filipina<br \/>\nini merupakan hasil kerja keras kita, dan buah kerja sama kemitraan dengan PT<br \/>\nSegar Agro Nusantara, jadi di tahun 2024 lalu hasil panen 700.000 ton dan di<br \/>\ntahun 2025 ini hasil panen mencapai 267.500 ton,&#8221; bebernya. <\/p>\n<p>Ekspor jagung ini diangkut menggunakan kapal MV. TD SUNSHINE<br \/>\npada Selasa (24\/6), yang akan membawa komoditas tersebut langsung ke pelabuhan<br \/>\ntujuan di Filipina. <\/p>\n<p>Branch Manager Pelindo Multi Terminal Branch Bima Badas,<br \/>\nRio Dwi Santoso, menjelaskan bahwa Pelindo Multi Terminal selalu berkomitmen memberikan pelayanan<br \/>\nterbaik demi kelancaran arus barang ekspor di wilayah kerja Pelabuhan Bima<br \/>\nBadas. \u201cKami memastikan seluruh proses bongkar muat berjalan lancar, aman, dan<br \/>\ntepat waktu. Pelindo Multi Terminal siap mendukung peningkatan volume ekspor komoditas pertanian<br \/>\nke berbagai negara tujuan,\u201d ungkapnya. <\/p>\n<p>Pelepasan ekspor jagung ini diharapkan dapat semakin<br \/>\nmemperkuat peran Pelabuhan Bima Badas sebagai gerbang ekspor komoditas<br \/>\npertanian di wilayah Nusa Tenggara Barat, sekaligus mendukung target pemerintah<br \/>\ndalam meningkatkan ekspor nasional.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bima, Juni 2025 \u2014 PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang multipurpose terminal, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ekspor komoditas pertanian nasional dengan melepas ekspor jagung sebanyak 6.000 ton dari Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, dengan tujuan Filipina, yang dilakukan melalui Pelabuhan Badas, Sumbawa, NTB. Pelepasan ekspor ini dihadiri [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":21987,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-21985","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21985","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21985"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21985\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21986,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21985\/revisions\/21986"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/21987"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21985"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21985"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21985"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}