{"id":21730,"date":"2025-06-27T10:15:00","date_gmt":"2025-06-27T01:15:00","guid":{"rendered":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=21730"},"modified":"2025-06-27T10:42:51","modified_gmt":"2025-06-27T01:42:51","slug":"mengenal-syaukat-takuma-mahasiswa-binus-aso-school-of-engineering-yang-jadi-otak-strategi-tim-porsche-sprint-challenge","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=21730","title":{"rendered":"Mengenal Syaukat Takuma, Mahasiswa BINUS ASO School of Engineering yang Jadi Otak Strategi Tim Porsche Sprint Challenge"},"content":{"rendered":"<p>Syaukat Takuma Mahasiswa BINUS ASO School of Engineering menjadi bagian dari Tim Balapan Porsche<\/p>\n<p>Berawal<br \/>\ndari ruang kelas dan terjun ke sirkuit balap, Syaukat Takuma\u2013atau yang akrab<br \/>\ndisapa Taka\u2013membuktikan bahwa ilmu teknik bisa diterapkan di dunia nyata.<br \/>\nMahasiswa jurusan Automotive &amp; Robotics Engineering di BINUS ASO School of<br \/>\nEngineering ini kini menjadi bagian penting dalam tim Porsche Indonesia sebagai<br \/>\n<i>data engineer<\/i> untuk ajang Porsche<br \/>\nCarrera Cup Asia Bagaimana kisahnya? Simak di sini!<\/p>\n<h2><a><\/a>Awal Mula<br \/>\nBergabung dengan Porsche Indonesia<\/h2>\n<p>Perjalanan<br \/>\nTaka masuk ke dunia balap profesional bukan karena melamar ke <i>job fair<\/i>. Semua berawal dari<br \/>\npertemuannya dengan seorang pembalap muda bernama David saat sesi <i>test day <\/i>menggunakan mobil CT3 di<br \/>\nsirkuit Mandalika. <\/p>\n<p>Saat<br \/>\nitu, Taka diminta menganalisis data mobil David, dan hasil kerjanya menarik<br \/>\nperhatian Bagus Hermanto, pemilik tim Superstars Indonesia yang merupakan<br \/>\npenyelenggara resmi Porsche Sprint Challenge di Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cMas<br \/>\nBagus lihat hasil data yang aku analisa, dan langsung ngajak gabung jadi <i>data engineer <\/i>untuk tim mereka,\u201d cerita<br \/>\nTaka. Dari sana, tanggung jawabnya melebar dari hanya menganalisis satu mobil<br \/>\nmenjadi seluruh armada GT yang bertanding. Maka otomatis Taka pun<br \/>\ndiikutsertakan sebagai data engineer dalam ajang internasional Porsche Cup<br \/>\nAsia.<\/p>\n<h2><a><\/a>Tugas<br \/>\nSeorang Data Engineer di Dunia Balap<\/h2>\n<p>Apa<br \/>\nsebenarnya pekerjaan seorang <i>data<br \/>\nengineer <\/i>di tim balap? Apakah mereka hanya duduk di depan komputer dan<br \/>\nmembaca angka? Taka memberikan jawabannya dengan tegas, \u201cNggak sesederhana<br \/>\nitu.\u201d<\/p>\n<p>Menurutnya,<br \/>\npekerjaan <i>data engineer<\/i> dimulai jauh<br \/>\nsebelum balapan. Ada sesi <i>pre-event <\/i>preparation,<br \/>\nmulai dari penimbangan mobil (<i>cross-weight<\/i>),<br \/>\n<i>setting <\/i>aerodinamika seperti ukuran<br \/>\nsayap belakang, hingga perencanaan strategi ban sesuai kondisi sirkuit. <\/p>\n<p>Saat<br \/>\nhari balapan, Taka dan tim memantau data<i><br \/>\nreal-time<\/i> dari mobil. Terutama, dari segi kecepatan, posisi gas, sudut<br \/>\nkemudi, hingga gaya pengereman. Semua itu diolah untuk mengevaluasi apakah<br \/>\nmasalah ada di mobil, atau di cara mengemudi sang pembalap.<\/p>\n<p>Ia<br \/>\njuga menegaskan bahwa setiap trek balap memiliki karakter yang berbeda.<br \/>\nTikungan tajam, aspal licin, atau perubahan suhu udara bisa mengubah segalanya.<br \/>\nBahkan waktu <i>start<\/i> balapan, seperti<br \/>\nsiang atau sore, ikut mempengaruhi strategi yang ia racik bersama tim.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/615390fc-30ea-490a-dbe6-98f8188de500\/public\" alt=\"Image\" \/><\/p>\n<h2><a><\/a>Harmoni<br \/>\nTim dan Komunikasi yang Kuat<\/h2>\n<p>Walau<br \/>\npembalap adalah sosok yang paling terlihat di sirkuit, Taka menekankan bahwa<br \/>\nbalapan adalah olahraga tim. Ada mekanik, manajer tim, dan tentu saja, <i>data engineer.<\/i> Keputusan yang ia ambil<br \/>\nberdampak langsung pada performa pembalap, sehingga komunikasi menjadi kunci<br \/>\nutama.<\/p>\n<p>\u201cPembalap<br \/>\nkasih <i>feedback<\/i>, bilang misalnya mobil<br \/>\nkurang stabil di tikungan cepat. Nah, dari situ aku cek data, cocokkan dengan<i> feeling <\/i>si pembalap, dan ambil<br \/>\nkeputusan: mau<i> setting<\/i> ulang? Atau<br \/>\ngaya nyetirnya yang harus diubah?\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Setiap<br \/>\nkeputusan harus presisi. Salah hitung sedikit, akibatnya bisa fatal. Meskipun<br \/>\ndemikian, Taka tetap menambahkan, \u201c<i>Pressure<\/i>-nya<br \/>\ntinggi, tapi justru itu yang bikin nagih.\u201d<\/p>\n<h2><a><\/a>Ilmu<br \/>\nKampus yang Terpakai di Lintasan<\/h2>\n<p>Taka<br \/>\nmengaku bahwa ilmu yang ia pelajari di BINUS ASO School of Engineering sangat<br \/>\nberperan besar dalam pekerjaannya. Mulai dari <i>technical knowledge<\/i> seperti aerodinamika, sistem suspensi, hingga<br \/>\nkemampuan analisis data.<\/p>\n<p>\u201cNggak<br \/>\ncuma <i>hard skill,<\/i> tapi juga<i> soft skill <\/i>seperti komunikasi dan<br \/>\nberpikir sistematis itu semua diajarin di kampus,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia<br \/>\nmenyebutkan bahwa integrasi antara teori di kelas dan pengalaman lapangan<br \/>\nmembuatnya mampu cepat beradaptasi. Ditambah lagi, dukungan dari pihak kampus<br \/>\nmembuatnya bisa tetap aktif di dunia profesional sambil menyelesaikan kuliah.<\/p>\n<h2><a><\/a>Dari<br \/>\nSentul hingga Porsche Cup Asia<\/h2>\n<p>Taka<br \/>\nbukan hanya bekerja di kejuaraan lokal. Pada 2024, ia dan tim Superstars<br \/>\nIndonesia ikut serta dalam ajang Porsche Cup Asia di Malaysia. Itu adalah debut<br \/>\nperdana dari tim Indonesia di level Asia. Ke depannya, Taka berencana ikut<br \/>\nkejuaraan serupa di Jepang, Cina, dan negara lainnya.<\/p>\n<p>\u201cSekarang<br \/>\nkita udah jadi<i> official organizer <\/i>Porsche<br \/>\nSprint Challenge Indonesia, lisensi dari Porsche langsung,\u201d jelas Taka. Ia<br \/>\nberharap timnya bisa ikut<i> full season<\/i>,<br \/>\nmembawa nama Indonesia lebih jauh di kancah <i>motorsport<br \/>\n<\/i>Asia, serta mengharumkan nama kampus BINUS ASO School of Engineering.<\/p>\n<p>Bagi<br \/>\nTaka, dunia otomotif bukan sekadar hobi. Baginya, itu adalah panggilan hidup,<br \/>\nhingga ia sudah mantap menjadikan bidang tersebut sebagai karier jangka<br \/>\npanjangnya. Namun, ia tak menampik ada tantangan besar. Dunia balap sangat<br \/>\nkompetitif, dan semua orang ingin jadi yang terbaik. Maka dari itu, kuncinya<br \/>\nadalah terus belajar dan memperbaiki diri.<\/p>\n<p>Apa<br \/>\nkamu juga punya mimpi besar seperti Taka? Ingat, peluang bisa datang dari mana<br \/>\nsaja, asal kamu sudah siap ketika momen tersebut tiba. Kamu bisa mengikuti<br \/>\njejaknya dengan mendalami ilmu serta <i>passion<\/i>-mu<br \/>\ndi jurusan <a href=\"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/\">Automotive &amp; Robotics Engineering BINUS ASO<\/a>!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Syaukat Takuma Mahasiswa BINUS ASO School of Engineering menjadi bagian dari Tim Balapan Porsche Berawal dari ruang kelas dan terjun ke sirkuit balap, Syaukat Takuma\u2013atau yang akrab disapa Taka\u2013membuktikan bahwa ilmu teknik bisa diterapkan di dunia nyata. Mahasiswa jurusan Automotive &amp; Robotics Engineering di BINUS ASO School of Engineering ini kini menjadi bagian penting dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":21732,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-21730","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21730","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21730"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21730\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21731,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21730\/revisions\/21731"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/21732"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21730"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21730"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21730"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}