{"id":21472,"date":"2025-06-24T21:14:00","date_gmt":"2025-06-24T12:14:00","guid":{"rendered":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=21472"},"modified":"2025-06-24T21:43:42","modified_gmt":"2025-06-24T12:43:42","slug":"awas-doom-spending-belanja-tanpa-kendali-akibat-kepanikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=21472","title":{"rendered":"Awas! Doom Spending: Belanja Tanpa Kendali Akibat Kepanikan"},"content":{"rendered":"<p>Hai Sobat #SadarRisiko. Tahukah kamu bahwa belakangan ini terdapat fenomena dimana orang-orang belanja secara kalap, lupa diri, dan habis-habisan?<\/p>\n<p>Hai Sobat #SadarRisiko. Tahukah kamu bahwa belakangan ini<br \/>\nterdapat fenomena dimana orang-orang belanja secara kalap, lupa diri, dan<br \/>\nhabis-habisan?<\/p>\n<p>Inilah perilaku yang dikenal dengan istilah\u00a0<i>doom<br \/>\nspending<\/i>, yaitu suatu perilaku yang muncul dari rasa ketidakpastian akibat<br \/>\nkecemasan dalam hidup.<\/p>\n<p><i>Doom spending<\/i>\u00a0adalah kebiasaan menghabiskan uang<br \/>\nsecara berlebihan karena merasa tertekan atau khawatir akan masa depan yang<br \/>\nbiasanya dilakukan sebagai bentuk pelarian atau kompensasi dari stres yang<br \/>\nsedang dialami.<\/p>\n<p>Beberapa pemicu\u00a0<i>doom spending\u00a0<\/i>ini, antara<br \/>\nlain, tekanan ekonomi yang disertai arus berita negatif secara terus-menerus<br \/>\nsehingga timbul perasaan tidak pernah dapat terlepas dari kesulitan. Hal<br \/>\ntersebut dapat pula disertai ketidakpastian karier atau masalah hubungan sosial<br \/>\ndalam skala keluarga maupun umum yang ditambah lagi oleh tekanan sosial media<br \/>\nsehingga menyebabkan rasa ketidaknyamanan yang berlarut.<\/p>\n<p>Akibatnya, muncullah suatu sikap untuk lebih baik berbelanja<br \/>\nsecara habis-habisan dan jika perlu berutang untuk terus berkonsumsi dan<br \/>\nmenyenangkan diri, karena pada akhirnya, lebih baik menikmati hidup untuk<br \/>\nsesaat daripada kehilangan kesempatan di masa yang serba tidak menentu.<\/p>\n<p><i>Doom spending<\/i>\u00a0tersebut dapat terlihat dari<br \/>\nperilaku belanja barang yang tidak perlu dan peningkatan pengeluaran uang di<br \/>\nluar rencana yang telah ditetapkan. Bukannya mengobati rasa kekosongan,\u00a0<i>doom\u00a0spending<\/i>\u00a0justru<br \/>\nakan memicu perasaan tidak pernah cukup. Kemudian, perilaku tersebut dilakukan<br \/>\nkembali dan berulang-ulang. Tidak bisa menahan keinginan untuk terus berbelanja<br \/>\ninilah yang menyebabkan seseorang tidak #SadarRisiko dan menjerumuskannya ke<br \/>\ndalam lilitan utang dan stres.<\/p>\n<p>Sebelum kita terlilit masalah lebih parah, mari kita<br \/>\n#SadarRisiko dan #KurangiRisiko doom spending dengan cara-cara berikut:<\/p>\n<p>1. Kenali<br \/>\n     pemicu stres dan catat hal-hal yang membuatmu cemas. Cari akar<br \/>\n     permasalahan yang sesungguhnya sehingga dapat menemukan cara sehat untuk<br \/>\n     mengatasinya.<\/p>\n<p>2. Atur<br \/>\n     keuangan dengan bijak dengan membuat anggaran bulanan dan mingguan,<br \/>\n     pisahkan antara kebutuhan dan keinginan, dan biasakan untuk membatasi<br \/>\n     penggunaan kartu kredit dan pinjaman lainnya.<\/p>\n<p>3. Cari<br \/>\n     aktivitas pengalihan stres, seperti olahraga dan meditasi, berdiskusi<br \/>\n     dengan teman dan keluarga, atau lakukan kegiatan ekspresif lainnya seperti<br \/>\n     menulis jurnal, melukis, atau mencoba hobi baru lainnya.<\/p>\n<p>4. Praktikkan<br \/>\n     kesadaran finansial dengan lebih sabar dan sadar perilaku belanja. Tunda<br \/>\n     dan hindari belanja secara impulsif dengan menunggu minimal 24 jam sebelum<br \/>\n     membeli sesuatu di luar kebutuhan. <\/p>\n<p>5. Biasakan belanja sesuai anggaran dan<br \/>\n     selalu bertanya terlebih dahulu \u2018apakah belanja hal ini benar-benar<br \/>\n     dibutuhkan?\u2019 sebelum melakukan pembelian.<\/p>\n<p>6. Hindari<br \/>\n     media sosial yang membuat stres dan utamakan untuk selalu bersyukur, dan<br \/>\n     tidak fokus pada kekurangan. Jalin dan pertahankan hubungan sosial yang<br \/>\n     sehat sehingga kita benar-benar menjadi sadar akan hal-hal yang<br \/>\n     benar-benar berarti.<\/p>\n<p>Sobat #SadarRisiko, uang adalah alat, bukan tujuan. Jadi,<br \/>\nmulai sekarang, kendalikan emosi dan belajar mengelola keuangan secara sehat.<br \/>\nBelajarlah juga untuk mengelola stres dan menjaga kesehatan mental.<\/p>\n<p>Ingin informasi lainnya agar kamu #SadarRisiko dan bisa<br \/>\n#KurangiRisiko keuangan dan kesehatan mental? Ikuti terus media sosial MASINDO!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hai Sobat #SadarRisiko. Tahukah kamu bahwa belakangan ini terdapat fenomena dimana orang-orang belanja secara kalap, lupa diri, dan habis-habisan? Hai Sobat #SadarRisiko. Tahukah kamu bahwa belakangan ini terdapat fenomena dimana orang-orang belanja secara kalap, lupa diri, dan habis-habisan? Inilah perilaku yang dikenal dengan istilah\u00a0doom spending, yaitu suatu perilaku yang muncul dari rasa ketidakpastian akibat kecemasan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":21474,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-21472","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21472","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21472"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21472\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21473,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21472\/revisions\/21473"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/21474"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21472"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21472"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21472"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}