{"id":20235,"date":"2025-06-11T15:43:00","date_gmt":"2025-06-11T06:43:00","guid":{"rendered":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=20235"},"modified":"2025-06-11T16:43:01","modified_gmt":"2025-06-11T07:43:01","slug":"kai-daop-4-semarang-catat-lebih-dari-1-juta-penumpang-gunakan-face-recognition-boarding-gate-dukung-layanan-modern-dan-ramah-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/asiajournaux.com\/?p=20235","title":{"rendered":"KAI Daop 4 Semarang Catat Lebih dari 1 Juta Penumpang Gunakan Face Recognition Boarding Gate, Dukung Layanan Modern dan Ramah Lingkungan"},"content":{"rendered":"\n<p>PT Kereta<br \/>\nApi Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat sebanyak 1.051.855<br \/>\npenumpang telah memanfaatkan fasilitas Face Recognition Boarding Gate selama<br \/>\nperiode Januari hingga Mei 2025. Penerapan teknologi ini menjadi bagian dari<br \/>\ntransformasi digital KAI untuk meningkatkan kemudahan, kenyamanan, dan<br \/>\nefisiensi dalam proses boarding pelanggan KA jarak jauh.<\/p>\n<p>Face<br \/>\nRecognition Boarding Gate memungkinkan pelanggan untuk naik kereta api tanpa<br \/>\nharus menunjukkan tiket fisik, e-boarding pass, atau KTP. Cukup dengan memindai<br \/>\nwajah di mesin boarding gate, seluruh data tiket dan identitas penumpang yang<br \/>\ntelah terintegrasi dalam sistem KAI akan diverifikasi secara otomatis dalam<br \/>\nwaktu hanya 1 detik, sehingga proses boarding menjadi lebih cepat, praktis, dan<br \/>\nbebas repot.<\/p>\n<p>\u201cPenerapan<br \/>\nteknologi ini merupakan bagian dari komitmen KAI untuk menghadirkan layanan<br \/>\ntransportasi publik yang modern, efisien, sekaligus mendukung konsep ramah<br \/>\nlingkungan,\u201d ujar Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo.<\/p>\n<p>Saat ini,<br \/>\nFace Recognition Boarding Gate telah tersedia di empat stasiun di wilayah Daop<br \/>\n4 Semarang, yaitu Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Semarang Poncol, Stasiun<br \/>\nPekalongan, dan Stasiun Tegal. Dari keempat stasiun tersebut, tercatat jumlah<br \/>\npengguna fasilitas ini untuk di Stasiun Semarang Tawang sebanyak 475.885<br \/>\npenumpang, Stasiun Semarang Poncol sebanyak 236.493 penumpang, Stasiun Tegal<br \/>\nsebanyak 170.919 penumpang, dan Stasiun Pekalongan sebanyak 168.558 penumpang.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/2ef56982-7f3b-4f03-1909-439faea71f00\/public\" alt=\"Penumpang KA saat menggunakan layanan\u00a0Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Semarang Tawang\" \/><\/p>\n<p>Selain<br \/>\nmeningkatkan kecepatan layanan, teknologi ini juga sejalan dengan upaya KAI<br \/>\ndalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam aspek<br \/>\npengurangan limbah kertas. Selama lima bulan pertama tahun 2025, KAI Daop 4<br \/>\nSemarang berhasil memangkas penggunaan 8.765 roll kertas tiket, atau setara<br \/>\ndengan 1 juta lebih lembar kertas yang biasanya digunakan untuk boarding pass<br \/>\nfisik.<\/p>\n<p>&#8220;Inovasi<br \/>\nini bukan hanya soal kecepatan atau kenyamanan, tetapi bagian dari gerakan<br \/>\nsadar lingkungan. Satu wajah yang dipindai berarti satu tiket yang tidak perlu<br \/>\ndicetak. Ini wujud nyata upaya kami mendukung keberlanjutan lingkungan melalui pengurangan<br \/>\nsampah kertas dan emisi karbon dari proses produksi serta distribusi tiket<br \/>\nfisik,&#8221; tambah Franoto.<\/p>\n<p>Untuk dapat<br \/>\nmenggunakan fasilitas ini, pelanggan cukup melakukan satu kali registrasi<br \/>\nlayanan Face Recognition melalui aplikasi Access by KAI atau langsung melalui<br \/>\npetugas di stasiun. Di aplikasi, pelanggan dapat membuka menu \u201cAkun\u201d \u2192<br \/>\n\u201cRegistrasi Face Recognition\u201d, lalu mengikuti petunjuk yang tersedia. Setelah<br \/>\nterdaftar, pelanggan tidak lagi memerlukan boarding pass cetak dan bisa<br \/>\nlangsung menuju gate saat waktu keberangkatan tiba.<\/p>\n<p>Dalam hal<br \/>\nkeamanan data pribadi, KAI menjamin perlindungan penuh dengan penerapan standar<br \/>\ninternasional ISO 27001 untuk manajemen keamanan informasi. Data pelanggan<br \/>\nseperti nama, NIK, dan foto wajah disimpan secara aman di infrastruktur KAI,<br \/>\nhanya digunakan untuk keperluan boarding, dan akan dihapus otomatis setelah<br \/>\nsatu tahun atau lebih cepat jika diminta oleh pelanggan melalui aplikasi atau<br \/>\nCustomer Service di stasiun.<\/p>\n<p>\u201cKami<br \/>\nmengajak seluruh pelanggan yang belum menggunakan layanan ini untuk segera<br \/>\nmendaftar dan merasakan manfaat kemudahan serta kecepatan proses boarding<br \/>\ndengan Face Recognition. Selain mempersingkat antrean, pelanggan turut<br \/>\nberkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan,\u201d tutup Franoto.<\/p>\n<p>Melalui transformasi teknologi, efisiensi sumber<br \/>\ndaya, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat, KAI terus memperkuat<br \/>\nposisinya sebagai penyedia layanan transportasi publik yang modern, andal,<br \/>\naman, serta berperan aktif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan nasional.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat sebanyak 1.051.855 penumpang telah memanfaatkan fasilitas Face Recognition Boarding Gate selama periode Januari hingga Mei 2025. Penerapan teknologi ini menjadi bagian dari transformasi digital KAI untuk meningkatkan kemudahan, kenyamanan, dan efisiensi dalam proses boarding pelanggan KA jarak jauh. Face Recognition Boarding Gate memungkinkan pelanggan untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":20237,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-20235","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20235","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20235"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20235\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20236,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20235\/revisions\/20236"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20237"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20235"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20235"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20235"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}