Harga Bitcoin Rebound, Tokocrypto Ingatkan Investor Tetap Disiplin Lewat DCA

Jakarta, 22 April 2026 — Pasar kripto kembali menunjukkan dinamika yang tinggi di tengah ketidakpastian global. Harga Bitcoin tercatat menguat ke kisaran US$77.500–78.100 pada Rabu (22/4), didorong oleh meredanya tensi geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, serta aksi akumulasi besar oleh institusi.

Sentimen positif tersebut turut diperkuat oleh pembelian Bitcoin senilai US$2,54 miliar oleh perusahaan Strategy, yang menjadi aksi beli terbesar mereka dalam 17 bulan terakhir.

Di sisi lain, aliran dana ke produk investasi kripto global juga menunjukkan tren positif dengan inflow mencapai US$1,4 miliar dalam sepekan, mengindikasikan meningkatnya minat investor institusional terhadap aset digital.

Ketidakpastian Geopolitik Masih Bayangi Pasar

Namun demikian, kondisi pasar masih dibayangi ketidakpastian, terutama terkait konflik di Timur Tengah dan potensi gangguan di Selat Hormuz yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi global.

Pergerakan harga Bitcoin pun masih sangat sensitif terhadap perkembangan makroekonomi dan geopolitik, dengan level US$80.000 menjadi resistance penting untuk mengonfirmasi tren kenaikan lanjutan.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai bahwa volatilitas yang terjadi saat ini merupakan refleksi dari pasar yang masih dalam fase penyesuaian.

“Pergerakan Bitcoin saat ini menunjukkan bahwa pasar kripto semakin dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan geopolitik dan arus investasi institusional. Meskipun ada penguatan harga, investor tetap perlu waspada karena volatilitas masih cukup tinggi dan sangat bergantung pada perkembangan situasi global,” ujar Calvin.

Ia juga menambahkan bahwa posisi harga Bitcoin saat ini yang berada di atas level psikologis tertentu memberikan sinyal positif, namun belum sepenuhnya stabil.

“Jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas US$80.000, ini bisa menjadi konfirmasi awal tren bullish. Namun jika kembali turun di bawah US$75.000, pasar kemungkinan masih membutuhkan katalis baru untuk bergerak lebih kuat,” tambahnya.

Strategi DCA Jadi Solusi di Tengah Volatilitas

Dalam situasi pasar yang fluktuatif seperti saat ini, Tokocrypto mendorong investor, khususnya ritel, untuk menerapkan strategi investasi yang lebih disiplin dan terukur. Salah satu pendekatan yang relevan adalah metode Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu pembelian aset secara bertahap dalam periode waktu tertentu untuk mengurangi risiko akibat volatilitas harga.

Calvin menjelaskan bahwa strategi DCA dapat membantu investor tetap konsisten tanpa harus terjebak dalam spekulasi jangka pendek. “Di tengah kondisi pasar yang belum stabil, strategi DCA menjadi pendekatan yang lebih aman karena investor tidak perlu menebak waktu terbaik untuk masuk pasar. Dengan pembelian bertahap, risiko dapat tersebar dan keputusan investasi menjadi lebih rasional,” jelasnya.

Melalui fitur DCA di platform Tokocrypto, pengguna dapat mengatur pembelian aset kripto secara otomatis mulai dari per jam, harian, hingga mingguan. Fitur ini dirancang untuk memberikan kemudahan sekaligus membantu investor menjaga konsistensi dalam berinvestasi.

Berdasarkan riset internal Tokocrypto, pengguna yang menerapkan strategi DCA menunjukkan performa yang lebih optimal, dengan hasil hingga 70% lebih baik secara rata-rata dibandingkan metode pembelian sekaligus. Pendekatan ini dinilai efektif dalam membantu investor menghadapi fluktuasi pasar tanpa tekanan emosional yang tinggi.

Dengan kondisi pasar yang masih dipengaruhi berbagai faktor eksternal, Tokocrypto mengingatkan pentingnya memiliki perencanaan investasi yang jelas, manajemen risiko yang baik, serta fokus pada tujuan jangka menengah hingga panjang. Strategi seperti DCA menjadi salah satu pendekatan yang dapat membantu investor tetap bertahan dan memanfaatkan peluang di tengah ketidakpastian pasar.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Back To Top