Kolaborasi Danantara dan PTPP Perkuat Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang & Aceh Utara Melalui Pembangunan Hunian Sementara

Jakarta, 20 Januari 2026 – Upaya pemulihan pascabencana banjir di Aceh Tamiang terus diperkuat melalui kolaborasi antara Danantara dan PT PP (Persero) Tbk (PTPP) dalam penyediaan hunian sementara tanggap darurat bagi masyarakat terdampak di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Utara.

Setelah fokus pada pembukaan kembali akses dan pemulihan infrastruktur dasar atas kolaborasi dengan Kementerian PU, penyediaan hunian sementara menjadi kebutuhan mendesak agar warga dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan aman dan layak selama masa transisi pemulihan. Melalui kolaborasi ini, pembangunan hunian dilaksanakan secara terencana, cepat, dan terukur.

Secara nasional, Danantara menargetkan pembangunan sebanyak 15.000 unit hunian sementara di berbagai wilayah terdampak bencana dalam tiga bulan ke depan. Dalam pelaksanaannya, PTPP terlibat dalam pembangunan masing-masing 600 unit hunian sementara di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Utara sebagai bagian dari kontribusi BUMN dalam mendukung pemulihan pascabencana.

Khusus di Kabupaten Aceh Tamiang, PTPP menyelesaikan pembangunan sebanyak 94 unit hunian sementara berbasis sistem panggung dan siap digunakan oleh warga terdampak. Di Kabupaten Aceh Utara PTPP juga telah menyelesaikan 118 unit per tanggal 15 Januari 2026.

Seluruh hunian dirancang sebagai kawasan siap huni, lengkap dengan fasilitas pendukung berupa MCK, tandon air, musala, tempat wudu dan cuci, jalan pedestrian, sistem drainase, serta sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) kawasan guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi sejak awal masa pemulihan.

Proses pembangunan dilaksanakan secara cepat dan terukur sebagai bagian dari kolaborasi Danantara dan PTPP, serta dikoordinasikan bersama BP BUMN untuk memastikan respons yang diberikan selaras, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo menyampaikan bahwa penyediaan hunian sementara merupakan bagian penting dari strategi pemulihan pascabencana yang berkelanjutan.

“Pemulihan tidak berhenti pada perbaikan akses dan infrastruktur. Masyarakat juga membutuhkan tempat tinggal yang aman agar dapat kembali menata aktivitas sehari-hari. Hunian sementara ini kami siapkan sebagai ruang transisi sebelum pemulihan jangka menengah dan panjang berjalan,” ujar Joko.

Pembangunan hunian sementara ini melengkapi berbagai upaya pemulihan yang sebelumnya dilakukan di wilayah Aceh dan sekitarnya, termasuk pemulihan infrastruktur dan akses pendukung lainnya. Seluruh proses dilaksanakan melalui koordinasi dengan para pemangku kepentingan agar respons yang diberikan tepat sasaran dan relevan.

Joko menambahkan, melalui kolaborasi ini, PTPP berharap dapat membantu masyarakat melewati fase pemulihan awal dengan lebih aman, sekaligus mendukung pemulihan kehidupan sosial secara bertahap.

–SELESAI– 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Back To Top