Pastikan Pasokan Air Bersih Warga di Wilayah Terdampak Bencana Aceh, Kementerian PU Tambah 57 Titik Sumur Bor

Aceh, 14 Januari 2026 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus bergerak mendukung pemulihan layanan dasar pascabencana di Provinsi Aceh. Fokus utama saat ini adalah pemenuhan kebutuhan air bersih melalui pembangunan sarana sumur dangkal dan sumur bor dalam guna menjamin kesehatan dan kenyamanan warga terdampak.

Menteri PU,
Dody Hanggodo, menegaskan bahwa penyediaan air bersih menjadi salah satu
prioritas utama dalam penanganan pascabencana, karena berkaitan langsung dengan
keberlangsungan aktivitas sosial dan kesehatan masyarakat di lokasi terdampak.

“Pemulihan
pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi
juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar,
terutama air bersih. Fasilitas ibadah, layanan kesehatan, dan hunian sementara
harus segera berfungsi normal agar warga bisa kembali beraktivitas dengan aman
dan layak,” ujar Menteri Dody.

Pelaksanaan
pembangunan sarana air bersih ini dilaksanakan oleh Balai Penataan Bangunan,
Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Aceh, melengkapi penanganan 24 titik sumur bor
yang sebelumnya telah dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I.
BPBPK Aceh menargetkan pengerjaan 57 titik sumur bor yang tersebar di Kabupaten
Aceh Tamiang, Pidie Jaya, dan Bener Meriah. Saat ini, status pelaksanaan di
lapangan sangat dinamis, mulai dari tahap persiapan, survei geolistrik,
mobilisasi alat, proses pengeboran, hingga beberapa titik yang telah rampung
sepenuhnya dan dimanfaatkan warga.

Progres
signifikan terlihat di Kabupaten Aceh Tamiang, di mana lima sumur bor dangkal
telah selesai 100 persen dan beroperasi mendukung fasilitas umum. Lokasi yang
telah terlayani meliputi Polindes Meunasah Paya dan Puskesmas Manyak Payed di
Kecamatan Manyak Payed, Puskesmas Karang Baru serta Masjid Babul Falah di
Kecamatan Karang Baru, dan Masjid Baitul Amal di Kecamatan Sekerak.

Selain itu,
pembangunan sumur bor dalam di wilayah itu terus dikebut. Tercatat pengeboran
terdalam berada di Puskesmas Bendahara yang mencapai 85 meter, disusul
Puskesmas Rantau sedalam 65 meter, Puskesmas Karang Baru sedalam 47 meter,
Puskesmas Kuala Simpang sedalam 45 meter, serta Desa Alur Manis di Kecamatan
Rantau yang mencapai 35 meter.

Masih di Aceh
Tamiang, sumur bor dalam di Desa Kota Lintang (Kecamatan Kota Kuala Simpang)
dan Kantor Datok Kampung Suka Makmur (Kecamatan Kejuruan Muda) telah selesai
dan siap dimanfaatkan.

Sementara itu,
pekerjaan di lokasi lain seperti Kantor Datok Alur Bemban baru dimulai dengan
kedalaman awal 6 meter pascasurvei geolistrik, sedangkan Puskesmas Kejuruan
Muda dan lokasi sumur dangkal di Kampung Suka Makmur tengah dalam tahap
mobilisasi alat.

Di Kabupaten
Pidie Jaya, sejumlah sumur dangkal telah selesai dibangun dan langsung
dimanfaatkan oleh masyarakat di berbagai lokasi. Fasilitas air bersih ini kini
melayani Huntara 1 di Kompleks Dinas Perhubungan, Meunasah Gampong Dayah Kruet,
dan Meunasah Gampong Seunong di Kecamatan Meurah Dua, serta Meunasah Gantung,
Meunasah Gampong Beurawang, dan Meunasah Cut di Kecamatan Meureudu.

Untuk sumur bor
dalam, pengerjaan terus berlangsung di Huntara 2 Kecamatan Meurah Dua dengan
kedalaman saat ini 14 meter, di Meunasah Gampong Seunong sedalam 35 meter,
serta di Kompleks Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Pidie Jaya yang telah
mencapai kedalaman 27 meter.

Kementerian PU
juga menghadapi tantangan kondisi geografis dan teknis di Kabupaten Bener
Meriah, namun upaya penyediaan air bersih tetap berjalan intensif.

Pengeboran
aktif tengah dilakukan di Huntara Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah dengan
kedalaman 32 meter, serta di Dusun Sejahtera, Kecamatan Pintu Rime Gayo yang
mencapai kedalaman 22 meter.

Guna memastikan
titik air yang akurat, tim di lapangan juga sedang melakukan survei dan kajian
geolistrik di sejumlah desa lainnya, yakni Desa Teritit dan Blang Paku di
Kecamatan Wih Pesam, Desa Bintang Bener di Kecamatan Bener Kelipah, Desa
Pemangko dan Jelobok di Kecamatan Permata, serta Desa Bukit Wih Ilang dan Paya
Rungkel di Kecamatan Bandar.

Program kerja
ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam
menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Back To Top